Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal menangkap seorang pria asal Aceh bernama M Umar (29), Jumat, (6/7/2018).
Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal menangkap seorang pria asal Aceh bernama M Umar (29), Jumat, (6/7/2018).

Berita Medan – Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Sunggal menangkap seorang pria asal Aceh bernama M Umar (29), Jumat, (6/7/2018).

Pasalnya, Umar yang menetap di Jalan Pasar VII Gang Terong Kecamatan Medan Tembung ini dilaporkan warga masyarakat terkait kepemilikan narkotika jenis sabu.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH yang dikonfirmasi membenarkan adanya warga asal Aceh yang ditangkap Tim Pegasus Polsek Sunggal.

“Benar. Pelaku yang merupakan warga asal Dusun Meu Suhu, Desa Elue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kabupaten Lhokseumawe, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) ditangkap Tim Pegasus Polsek Sunggal di Jalan Sembada VII Kelurahan Selayang, Kecamatan Padangbulan Selayang II,” kata Yasir didampingi Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak, SE menjawab makobar.com di Mapolsek Sunggal.

Baca Juga: Warga Helvetia Ditangkap Pegasus Polsek Sunggal

Dijelaskan yasir, terungkapnya kasus tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Pegasus Polsek Sunggal.

“Nah, menindaklanjuti informasi berharga tersebut, personel langsung melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud,” jelas mantan Kapolsek Patumbak ini.

Selanjutnya, Alumnus Akpol Tahun 2005 ini menerangkan, setibanya di lokasi, petugas melihat tersangka sesuai ciri dari laporan yang diterima.

“Dari pengungkapan ini, Pegasus Polsek Sunggal berhasil menyita paket klip sabu dari dalam kotak yang disimpan pelaku di dalam saku celana sebelah kiranya,” terang mantan Kapolsek Labuhan Deli ini.

Usai diamankan, kata Yasir, pelaku berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolsek Sunggal untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tandasnya. (mc/Jam)