Otomotif, makobar.com – Langkah bergabungnya Volvo dan Geely diambil untuk menghadapi persaingan global dunia Otomotif. Setelah mengakuisisi Volvo dari Ford pada tahun 2010 lalu, Geely saat ini merupakan Induk perusahaan Volvo.

Namun, kedua pihak masih melakukan pengembangan teknologi kendaraan secara bersama-sama. Hingga pada paruh tahun 2019, disampaikan rencana penggabungan divisi riset dan pengembangan mesin milik Geely dan Volvo menjadi satu unit besar.

Penggabungan ini memiliki sejumlah keuntungan secara strategis bagi seluruh pihak. Volvo diperkirakan bisa memanfaatkan akses kapasitas produksi pabrik Geely di China, termasuk penyuplai komponen lokal. Sebaliknya untuk Geely, fasilitas milik Volvo jadi pijakan melebarkan merek tersebut di Eropa.

Dilansir dari laman okezone, Sebuah grup berisi perwakilan kedua perusahaan sudah dibentuk untuk menyusun proposal penggabungan kepada masing-masing dewan pimpinan perusahaan.

“Penggabungan ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi kekuatan grup sekaligus menjaga keuntungan kompetitif masing-masing perusahaan,” Ujar Li Shufu, Pimpinan Geely Auto Holding.

Hingga saat ini belum ada informasi dimana penentuan kantor pusat perusahaan baru tersebut. Dengan Pilihan mendirikan pusat di Hong Kong atau Swedia. Begitu juga dengan struktur kepemimpinan baru perusahaan, yang diperkirakan terdiri dari gabungan petinggi eksekutif kedua perusahaan tersebut. (mc/min)