Home / Health / News

Selasa, 9 Maret 2021 - 18:25 WIB

Vaksin Covid-19 Astrazeneca Tidak Digunakan Untuk Vaksinasi Gotong Royong atau Mandiri

Vaksin Covid-19 Astrazeneca Tidak Digunakan Untuk Vaksinasi Gotong Royong atau Mandiri

Vaksin Covid-19 Astrazeneca Tidak Digunakan Untuk Vaksinasi Gotong Royong atau Mandiri

makobar.com – Indonesia kembali menerima pengiriman vaksin covid-19, namun kali ini vaksin yang tiba adalah
vaksin Corona AstraZeneca. Sebanyak 1.113.600 vaksin dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton tiba di Bandara Soekarno Hatta, pada Senin (8/3/2021).

vaksin Corona AstraZeneca ini sebelumnya sudah masuk dalam daftar penggunaan izin darurat (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Adapun hasil analisis interim uji vaksin berteknologi adenovirus ini di sejumlah negara dengan varian baru Corona seperti Afrika Selatan, Brasil hingga Inggris sebesar 70,4 persen.

Sementara itu, melansir Kontan.com. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menuturkan bahwa vaksin tersebut dapat digunakan oleh populasi dengan usia 18 tahun ke atas. Artinya sama seperti vaksin Covid-19 buatan Sinovac, lansia dengan usia 60 tahun ke atas dapat diberikan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Baca Juga  Pendaftaran Anggota Polri 2021 Telah Dibuka Secara Online

Namun untuk skema penggunaan, Penny menyebut vaksin yang baru datang di Indonesia kemarin tak digunakan untuk vaksinasi gotong royong atau mandiri.

“Sebagaimana peraturan yang ada bahwa vaksin yang diberikan dalam vaksin gotong royong harus berbeda dengan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi nasional. Jadi AstraZeneca tidak atau bukan masuk dalam vaksin yang akan digunakan untuk program vaksinasi gotong royong,” jelas Penny dalam konferensi pers daring BPOM pada Selasa (9/3/2021).

Lebih lanjut, sampai saat ini vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi gotong royong adalah vaksin Covid-19 Sinopharm, Novavax dan Moderna.

“Sampai saat ini vaksin untuk vaksinasi gotong royong adalah vaksin Sinopharm yang sedang berproses registrasinya, kemudian vaksin Novavax dan vaksin Moderna yang sedang proses semuanya baik antar pemerintah dengan pihak lainnya dan juga bertahap melakukan registrasi bergulir,” imbuhnya.

Baca Juga  BPODT Sambut Kunjungan Prarses HKBP Distrik III Toba

Sebelum Indonesia negara lain yang lebih dulu memberikan EUA kepada pemakaian vaksin AstraZeneca ialah, negara-negara di Eropa, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Maroko, Pakistan, Mesir, dan Malaysia.

Penny menyebut, Vaksin AstraZeneca atau COVID-19 Vaccine AstraZeneca merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Oxford University bekerja sama dengan AstraZeneca menggunakan platform Non-Replicating Viral Vector (ChAdOx 1).

Adapun, vaksin AstraZeneca didaftarkan ke Badan POM melalui dua jalur, yaitu jalur bilateral oleh PT. Astra Zeneca Indonesia dan jalur multilateral melalui mekanisme COVAX Facility yang didaftarkan oleh PT.Bio Farma.

Sebagai informasi, vaksin AstraZeneca datang setelah mendapatkan Persetujuan Pemasukan Obat Jalur Khusus atau Special Access Scheme (SAS) pada tanggal 6 Maret 2021 lalu.

(mc/yud)

Share :

Baca Juga

Saat Mira Kehilangan Ayah

Artikel

Saat Mira Kehilangan Ayah
Karopenmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono

Hukum

Polri Larang Polisi ke Tempat Hiburan, Masyarakat yang Lihat Diminta Lapor

News

Gakkumdu Tapsel Periksa SH Dosen UINSU Medan

News

Antisipasi Pemudik Polda Sumut Sekat 73 Titik
Pemanfaatan Batu Bara Untuk Masak Bakal Tekan Impor LPG

Ekonomi

Pemanfaatan Batu Bara Untuk Masak Bakal Tekan Impor LPG

News

Brimob Polda Sumut dikerahkan Kawal Vaksin Covid-19 di Provinsi Sumut

News

16 Warga Nganjuk Diduga Tertimbun Longsor Yang Terjadi Minggu Malam
Lantik Dekan di Lingkungan USU, Rektor USU Sampaikan Empat Pesan Penting

News

Lantik Dekan di Lingkungan USU, Rektor USU Sampaikan Empat Pesan Penting