Berita Medan – Ustad Abdul Somad terlihat hadir dalam perayaan Ulang Tahun Pemuda Pancasila yang ke-59, Selasa (30/10) di Lapangan Benteng Medan. Kehadiran ustad kondang itu, disambut dengan Salawat Nabi.

Dia datang bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi dan Ketua MPW PP Sumut, Kodrat Shah. Pekikan jargon Pemuda Pancasila pun langsung menggema.

Abdul Somad tidak tampak seperti biasanya. Biasanya ia tampil dengan mengenakan baju koko putih serta peci hitam. Namun, kali ini dia memakai baju loreng oranye hitam yang gahar.

Penampilan laki-laki yang akrab disapa UAS itu pun mendapat banyak pujian dari para undangan yang hadir. Teriakan takbir juga memekik saat dia naik ke panggung. Dalam kesempatan itu, ia dilantik menjadi anggota Pemuda Pancasila.

Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad mengingatkan soal pentingnya Pancasila. Dia menyoroti peristiwa kekinian, ada yang membenturkan antara teriakan takbir dengan Pancasila. “Sekarang ada yang coba membenturkannya. Itu berarti dia tidak tau sejarah,” katanya.

Abdul Somad menjelaskan, pekik Allahu Akbar merupakan bentuk tekad untuk senantiasa melaksanakan agama Islam. Dan hal ini tidak boleh diartikan sebagai upaya untuk mengganti ideologi Indonesia yakni Pancasila.

“Teriakan Allahu Akbar tidak membatalkan Pancasila dan sebaliknya teriak Pancasila tidak akan membatalkan ke Islaman kita. Ingat sila pertama adalah Ketuhanan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Di hadapan ribuan kader PP, UAS menegaskan agar seluruh umat beragama bisa saling menghormati. Toleransi umat beragama adalah hal yang sangat penting demi kesatuan negara.

“Apapun agamamu dekatkanlah diri kepada Tuhan. Karena dengan mendekatkan diri kepada Tuhanlah yang membuat kedamaian,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara H Kodrat Shah menegaskan, seluruh kader Pemuda Pancasila baik mulai MPC, Ranting hingga Anak Ranting, mulai berlaku jujur dan disiplin, untuk menjalankan organisasi dengan tertib.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kodrat Shah dalam sambutanya pada acara puncak HUT ke 59 Pemuda Pancasila di Sumatera Utara, yang digelar di Lapangan Benteng Medan, Selasa(30/10).

Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara H Kodrat Shah menegaskan, seluruh kader Pemuda Pancasila baik mulai MPC, Ranting hingga Anak Ranting, mulai berlaku jujur dan disiplin, untuk menjalankan organisasi dengan tertib.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kodrat Shah dalam sambutanya pada acara puncak HUT ke 59 Pemuda Pancasila di Sumatera Utara, yang digelar di Lapangan Benteng Medan, Selasa(30/10).

Dalam acara yang dihadiri oleh Gubsu Edy Rahmayadi, para senioren, sesepuh Pemuda Pancasila, seluruh MPC Pemuda Pancasila di Sumut, tokoh masyarakat, tokoh agama tersebut, Kodrat Shah jgua menyampaikan, bahgwa sebelum dilaksanakan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Abdul Somad, MPW Pemuda Pancasila Sumut jgua mengkukuhkan Muslimah pancasila.

“Pengukuhan Muslimah Pancasila ini adalah yang pertama. Dan MPW Pemuda Pancasila Sumut adalah yang pertama memiliki majelis Taklim di Indonesia,”katanya.

Selain itu, Kodrat Shah juga menyampaikan bahwa, dikesempatan yagn sama, MPW Pemuda Pancasila juga melakukan MoU dengan Bulog, untuk mencciptakan ketahanan pangan yang stabil di Sumatera Utara. Serta memberikan tali asih kepada 500 orang kaum dhuafa dan anak yatim, dan jgua memberikan penghargaan kepada Majelis Pimpinan Cabang (MPC), dimana kali ini MPC terbaik yang terpilih itu adalah MPC Pemuda pancasila Padang Sidempuan.

Dalam sambutanya saat itu, Kodrat Shah juga menegaskan, kalau dirinya tidak mau lagi mendengar ada kebohongan di Pemuda Pancasila. Menurutnya, yang lalu biarlah berlalu,kedepan harus lebih baik.

“ Kita akan menghadapi Musyawarah Cabang di 33 Kab/Kota. Dan saya tidak mau mendengar ada lagi kebnohongan-kebohongan, dan ada PAC yang bodong, saya tidak mau lagi. Saya copot MPC nya,”tegasnya.

Pemuda Pancasila sudah 59 tahun, lanjutnya, karenanya tidak boleh lagi ada hal-hal seperti itu. Kita sudah diajari dan sudah tertib. Karenanya, kita harus jujur. Itu adalah modal utama kalau kita mau besar dan dihargai, tambahnya.

“ Tahun 2019, adalah awal kebangkitan Pemuda Pancasila untuk disiplin, tertib berorganisai, dan tidak ada lagi hal-hal seperti sebelumnya. Mulai sekarang, kerjakan itu dengan benar, tidak ada alasan apapun. Karena, masih banyak pengurus yang bsia diarahkan,”terangnya.

Terhadap seluruh wilayah, Kodrat Shah juga berharap, agar untuk mengaktifkan seluruh kepengurusanya .

Dan untuk itu,sambungnya, marilah kita bersama- sama, memanjatkan doa dan puji syukur kita, atas kehadirat Allah SWT, yang ttelah memberikan usia kepada Pemuda Pancasila hingga 59 tahun, dan masih tetap eksis, dan Insya Allah semakin baik kedepan.

Sekaitan d engan tausiyah yang akan disampaikan oleh Ustad Abdul Somad saat itu, Kodrat Shah berharap, agar tausioyah tersebut bisa dicerna, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, untuk memperbaiki pola hidup Pemuda pancasila.

“Kita buat acara ini, untuk menunjukan kepada masyarakat , bahwa Pemuda Pancasila sudah berubah, dan Pemuda pancasila akan menyatu dengan seluruh masyarakat, dan tidak lagi berlaku yang tidak terpuji .

“Kita sudah melihat kepercayaan masyarakat itu sudah ada terhadap Pemuda Pancasila, terbukti dengan adanya kader yang menjabat sebagai Kepala Daerah saat ini. Kalaupun ada yang ngomong Pemuda Pancasila itu preman, tidak usah kalian tanggapi. Mana yang lebih jahat, yang ngomong itu apa kita,”pungkasnya mengakhiri.

Dalam acara yang dihadiri oleh Gubsu Edy Rahmayadi, para senioren, sesepuh Pemuda Pancasila, seluruh MPC Pemuda Pancasila di Sumut, tokoh masyarakat, tokoh agama tersebut, Kodrat Shah jgua menyampaikan, bahgwa sebelum dilaksanakan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Abdul Somad, MPW Pemuda Pancasila Sumut jgua mengkukuhkan Muslimah pancasila.

“Pengukuhan Muslimah Pancasila ini adalah yang pertama. Dan MPW Pemuda Pancasila Sumut adalah yang pertama memiliki majelis Taklim di Indonesia,”katanya