Medan – Bak kucing-kucingan, antara anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dengan wartawan saling intip saat berlangsungnya pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mako Brimob Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hayim, Medan, Rabu (31/1/2018).

Washington Pane, M Faisal, Rahmiana Delima, Roslinda Marpaung dan Mustofawiyah, mereka di antaranya yang diperiksa KPK hari ini. Sedari masuk sekitar pukul 09.00 WIB menuju ruang pemeriksaan, Sopar Cs sudah berupaya agar keberadaannya di Mako Brimob tidak terlihat.

Bagi yang wajahnya tak begitu dikenali wartawan, nasibnya beruntung. Hampir pasti lolos dari buruan untuk diwawancarai atau diambil fotonya. Berbeda halnya dengan Sopar, Washington atau Mustofawiyah, ketiganya cukup dikenal.

Itu sebabnya ketika sekitar pukul 10.00 WIB, M Faisal (Golkar) mencoba “melarikan diri” melalui pintu kecil di bagian belakang gedung pemeriksaan, dia tak bisa menghindar. Medanbisnisdaily.com dan kemudian diikuti wartawan lain mengejarnya.

“Pertanyaannya sama seperti pemeriksaan yang lalu,” kata Faisal yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi B DPRD Sumut ini.

Washington Pane (PPRN) dan Rahmiana Delima Pulungan (Gerindra), adalah yang cukup dramatis caranya meninggalkan gedung pemeriksaan. Terlebih dahulu keduanya berbisik-bisik seperti membicarakan taktik keluar agar terhindar dari kejaran wartawan. Bahkan Rahmiana sempat meminta pertolongan petugas Brimob agar bisa melenggang.

Washington nekat. Berpikir bahwa sisi samping sebelah kiri gedung pemeriksaan tidak terpantau wartawan, dia bergegas menuju keluar. Medanbisnisdaily.com memergokinya. Sambil berjalan menyusuri jalan kawasan asrama Brimob dia diwawancarai seputar pemeriksaan KPK.

“Nggak ada saya menerima duit, apa yang harus saya kembalikan,” katanya saat ditanya perihal uang suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

Rahmianna selamat, lolos melarikan diri dari kejaran. Karena fokus memburu Washington, dia terlupakan oleh wartawan.

Terperiksa berikutnya yang terpergok wartawan adalah Mustofawiyah (Demokrat). Mencoba keluar dari pintu kecil dia kemudian berhasil didekati.

“Jangan kau foto-foto aku, ngapai kau foto-foto aku,” katanya berusaha melarang wartawan yang mengarahkan kamera handphone kepadanya.

Spontan Mustofawiyah yang saat ini menjabat Ketua Komisi E DPRD Sumut berbalik masuk menuju gedung pemeriksaan. Dia mencoba mengintip guna memastikan wartawan sudah menjauh.

Sopar, Rahmianna, Mustofawiyah dan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 lainnya diperiksa KPK akibat dituduh menerima suap. Akibat kasus ini, Gatot bersama sejumlah bekas anggota DPRD Sumut mendekam di dalam penjara.(mc/min)