Berita Medan, makobar – Hendra Siagian alias Hendra (35) warga Jalan Pertahanan, gang Siram, Dusun V, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak saat dijumpai di Polsek Patumbak mengaku kalau dirinya menggunakan uang hasil Pemerasan kepada sopir truk dan mobil box untuk foya-foya dan kebutuhan makan sehari-hari.

“Begitu dapat duit dari para korban, saya langsung beli tuak dan uang itu juga untuk kebutuhan makan sehari hari,”ujarnya, Sabtu (3/11/2018).

Seperti yang dilansir dari laman Tribun Medan, Ia mengaku, dirinya sudah 15 kali melakukan pemerasan kepada korban dan ia lakukan baru kurang lebih 2 bulan belakang.

Baca Juga: Kasus Pembunuhan 1 Keluarga Di Samosir Ini Penjelasan Polisi

Mengenai kenapa dirinya mempunyai ide membuat stempel Anti Begal, pria yang kedua kakinya diberi timah panas ini mengaku ide itu datang sendiri.

“Saya buat sendiri stempel itu begitu juga dengan namanya,” ujarnya seraya menyatakan dirinya tidak pernah melukai korbannya.

Hendra menyatakan dirinya melakukan pemerasan sendiri dan tidak dibantu oleh temannya. Pria 35 tahun ini juga nekat masuk ke dalam mobil korban untuk melakukan pemerasan.

“Saya melakukan aksi mulai dari pagi sampai jam 11 malam,”katanya.

Saat paparan dilakukan, Hendra cuma bisa tertunduk seperti menahan sakit kedua kakinya yang ditembak polisi.

Ia juga terlihat kesusahan saat hendak balik ke sel tahanan sementara Polsek Patumbak. (mc/min/tribun)

Sumber Tribun Medan