Tahun Ini, Prospek Perkantoran di Jakarta akan Membaik
Citra Towers Hadir Untuk Perkuat Kemayoran Menjadi Kawasan CBD.

Berita Jakarta – Ciputra Group melihat prospek perkantoran tahun ini akan tumbuh. Pasalnya, permintaan ruang kantor yang datang ke perusahaan sudah meningkat sejak 2017.

Direktur Ciputra Group Artadinata Djangkar mengatakan permintaan perkantoran baik untuk sewa maupun strata title di gedung perkantoran yang dimiliki perusahaan yaitu Tokopedia Tower dan Office Tower Ciputra International Puri terus meningkat.

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini Masih Stagnan

“Pasar perkantoran semakin baik mulai dari 2017. Lebih bergairah dari tahun 2015-2016,” jelasnya.

Ciputra Group saat ini memiliki tiga perkantoran yang konsepnya kombinasi antara sewa dan strata title yaitu DBS Tower, Tokopedia Tower dan Ciputra International Puri. DBS memiliki luas area 61.000 m² dimana 25% adalah strata dan sisanya sewa. Okupansi gedung kantornya ini mencapai 97% saat ini.

Dia menerangkan sementara Tokopedia Tower memiliki luas bersih 63.000 m2 dimana 50% merupakan area sewa dan separuh lagi dijualbelikan. Arta bilang, saat ini okupansi gedung kantor yang beroperasi mulai akhir 2017 itu sudah mencapai sekitar 60%-65% dimana area strata sekitar 35% dan area sewa 30%.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini Naik Lagi

Selain Tokpedia yang menyewa sekitar 12.000 m², ada satu penyewa lagi yang masuk ke Tokopedia Tower dengan luas yang lebih kecil. Sementara area strata sudah dijual ke beberapa perusahaan yang bergerak di bidang finance, leasing, trading dan lain-lain dengan luas mencapai 18.000 m².

Dia mengatakan permintaan untuk Tokopedia Tower masih terus berdatangan. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun okupansi perkantoran itu minimal mencapai 75%.

“Permintaan masih banyak terutama dari sektor IT,” paparnya.

Sekitar 1.000 m²-3.000 m² dari area sewa Tokopedia Tower rencananya akan dijadikan co-working space. Ciputra melihat, konsep co-working space akan menjadi tren ke depan sehingga perusahaan mulai membuka diri untuk sektor tersebut.

Saat ini, perusahaan sedang menjajaki kerjasama dengan dua operator co-working space. “Sekarang mulai banyak asing masuk ke co-working. Ini kami lagi menjajaki dua calon operator satu lokal dan satu asing dan keduanya sudah punya nama tetapi konsep kerjasamanya belum kami tetapkan apakah akan revenue sharing atau sewa,” jelas Arta.

Sementara kantor Ciputra International Puri memiliki luas 30.000 m² dimana 40% merupakan strata dan sisanya sewa. Perkantoran ini ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun ini.

Area strata title yang sudah dipaasarkan sejak tahun 2015 itu sudah terjual 40%. Sedangkan untuk area sewa, perusahaan masih melakukan penjajakan dengan satu perusahaan besar. “Penjajakan untuk sewa sudah hampir deal. Secara total kami targetkan okupansinya bisa 60% saat soft opening pertengahan tahun ini,” kata Arta.

Menanggapi hal tersebut, Head of Research DPP Real Estate Indonesia (REI) Handa Sulaiman melihat, permintaan akan perkantoran di Jakarta semakin meningkat tahun ini terutama ditopang oleh permintaan dari sektor e-commerce.

“Sekarang adalah tenan market untuk pasar perkantoran,” ujarnya.

Hanya saja, kata Handa, pasokan perkantoran saat ini masih sangat besar dan tidak sebanding dengan permintaan yang datang. Oleh karena itu, Handa memperkirakan okupansi perkantoran tahun ini masih berat.

“Selama okupansi masih di bawah 80%, pemilik perkantoran tentu belum bisa menaikkan harga sewa,” tambahnya.