MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei untuk penyusunan disagregasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang selama ini hanya 10 sektor, kini dikembangkan menjadi 17 sektor di seluruh provinsi di Indonesia mulai April 2018 sampai Juni 2018.

“Untuk Sumatera Utara disurvei di seluruh kabupaten dan kota dengan melibatkan 2.000 responden,” kata Syech Suhaimi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Selasa (17/4/2018).

Suhaimi menjelaskan perlunya kembali disusun disagregasi PMTB tahun 2018 karena selama ini investasi berjalan mulus di segala sektor, namun efektifitasnya tidak begitu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Padahal diketahui ekonomi tumbuh didukung dari sektor investasi, konsumsi rumah tangga dan ekspor.

Sumbangan investasi terhadap perekonomian di Sumut hanya sekira 3 persen dan angkanya selalu fluktuatif, seharusnya paling tidak stabil. Sekarang mau lihat kekuatan investasi yang ada di masyarakat.

“Sebab pemerintah menduga ada sumbatan yang membuat investasi tersebut tidak memberikan efek terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga perlu didata lebih mendalam lagi dengan penambahan banyak sektor dimana masalah sebenarnya,” ujarnya.

Jadi, dengan disagregasi PMTB 2018 ini, didata lebih detil dan membutuhkan informasi baru yang lebih rinci untuk mencari tahu dimana hambatannya terhadap pertumbuhan ekonomi. Intinya pemerintah menduga, investasi jalan tapi kok efeknya masih rendah.

Ia menyebut selama ini yang disurvei untuk PMTB hanya tujuh sektor sekarang jadi 17 sektor yang disurvei sektor yang menjadi barang modal yakni perkebunan, hortikultura, peternakan berupa pendataan hewan, ternak, unggas, ikan yang berproduksi, eksplorasi mineral, kendaran Samsat, kapal Dishub, kapal Kelautan, APBN, APBD, APD Desa untuk belanja APD Desa, pendataan hak kekayaan intelektual (HAKI), pendataan Izin Mendirikan Bangunanm (IMB), pendataan Pajak Bumi dan Bangunan (IMB), pendataan barang modalk yang dimiliki korporasi non finansial dan korporasi finansial, pendataan barang modal yang dimiliki usaha rumah tangga dan pendataan barang modal oleh Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT).

Tujuan penyusunan disagregasi matriks PMTB untuk memperoleh sumber data menurut jenis barang modal, lapangan usaha, jenis barang modal, sektor institusi serta neraca nasional lain yang terkait dengan investasi.

Dengan tersedianya data PMTB yyang rinci, akan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan meningkatkan iklim investasi dan mempermudah investor dalam berusaha serta membantu dunia usaha yang efeknya jelas terhadap peningkatan ekonomi.

Suhaimi menambahkan kontribusi PMTB tahun 2017 sebesar 31,19 persen terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan 5,91 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi.

” Kontribusi PMTB terhadap perekonomian Sumut, relatif besar. Tahun 2017 dari total nilai PDRB yang mencapai Rp684,7 triliun sekira 31,9 persen,”pungkasnya.