Home / News

Jumat, 9 April 2021 - 16:15 WIB

Sumut Peringkat Ke 3 dalam Konsumsi Telur

Ketua P3SU Drh. Fadhillah Boy

Ketua P3SU Drh. Fadhillah Boy

makobar.com – Persiapan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dalam hal kesiapan bahan pangan terus di galakkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Selain melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional, mempersiapkan stok sejumlah komoditi pun dilakukan.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Ketua Asosiasi Perkumpulan Peternak Petelur Sumatera Utara (P3SU) Drh. Fadhillah Boy. Ia menjelaskan bahwa daerah yang mengkonsumsi telur tertinggi di Indonesia yaitu di peringkat pertama Provinsi Jawa Timur, peringkat kedua Jawa Tengah dan disusul Sumatera Utara di peringkat ke tiga. Ia menambahkan bahwa belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya harga telur selama bulan Ramadhan akan mengalami penurunan.

” Konsumsi telur tertinggi di Indonesia dipegang Jawa Timur lalu Jawa Tengah lalu diposisi ke tiga Sumatera Utara. Dari pengalaman tahun sebelumnya harga telur akan turun saat Ramadhan, ” Ujarnya

Baca Juga  Update Corona, Di Sumut 3965 Sembuh dan 6827 Positif Serta 315 Meninggal Dunia

Fadhillah Boy juga menjelaskan populasi peternak yang cukup tinggi di Sumatera Utara dapat menghasilkan jutaan butir telur dalam sehari. Telur dari Sumut terdistribusikan juga ke Aceh, Kepulauan Riau hingga Jakarta. Fadhillah berharap pemerintah bisa memperhatikan harga bahan pakan ternak dapat segera stabil, karena hingga sekarang jagung sebagai raw material pakan ternak tembus ke angka Rp. 5.200 hingga Rp. 5.500 per kilogramnya dimana sebelumnya hanya dua ribuan Rupiah.

” Produksi telur di Sumut dengan populaai ternak yang tinggi banyak didistribusi ke Aceh dan Sumut pastinya serta Kepulauan Riau hingga Jakarta. Saya mewakili P3SU berharap pemerintah bisa memperhatikan harga pakan seperti jagung yang masih tinggi hingga hari ini. ” Harapnya.

Fadhillah membeberkan bahwa sebagai Asosiasi P3SU memliki PR terkait perbandingan harga dari peternak hingga turun ke masyarakat yang masih terjadi perbedaan signifikan.

Baca Juga  Sepasang Remaja Mesum di Halte saat Situasi Jalan Tengah Ramai

” PR kita sekarang adalah bagaimana harga yang dari farm saat ini berkisaran Rp. 1.100 per butirnya bisa sampai di masyarakat tidak jauh berbeda. Karena adanya rantai penjualan dari peternak ke agen 1 lalu ke pasar lalu ke eceran baru ke masyarakat. ” Bebernya

Keadaan harga  bahan pangan yang tinggi dalam beberapa bulan belakangan ini sangat berpengaruh dengan harga jual di kelas peternak. Jika dibiarkan terlalu murah akan adanya penyusutan jumlah ayam yang berdampak pada pengangguran.

Para peternak yang memiliki modal kecil sekarang ini sedang mengalami kolaps. Peternak dengan populasi ayam 30.000 hingga 50.000 ekor ayam sekarang sedang bertahan. Sedangkan peternak dibawah 10.000 ekor bisa saja mengalami kebangkrutan.

(mc/yud)

Share :

Baca Juga

Boruto Episode 188 Kebangkitan

News

Sinopsis Boruto Episode 188 Kebangkitan
Ilustrasi. KFC tepis hoax bagi-bagi makanan gratis (commons.wikipedia.org)

News

KFC Rilis Klarifikasi Terkait Hoax Bagi-bagi Makanan Gratis

News

Erupsi Gunung Sinabung 3000 Hektare Lahan Pertanian Rusak
TNI AD Laksanakan  Vaksinasi Serentak

News

TNI AD Laksanakan  Vaksinasi Serentak
hujan

News

Peringatan BMKG Siaga Banjir di Sejumlah Provinsi

News

Pelindo 1 dan PFI Medan Ngobrol Bareng Jurnalis
10 Laut Terdalam di Dunia dan Penjelasannya (foto: wikipedia.org)

Artikel

10 Laut Terdalam di Dunia dan Penjelasannya

News

Polsek Patumbak Tangkap Pencuri Spesialis Rumah Kosong