Di Kuartal 3, Asing Jual Saham Rp 30,57 Triliun
Di Kuartal 3, Asing Jual Saham Rp 30,57 Triliun

MEDAN – Indeks Harga Saham Gabungan hari ini berhasil bangkit dari zona merah dimana pada perdagangan kemarin IHSG mengalami koreksi yang berimbas pada penurunan dalam saham pada sektor infrastruktur.

IHSG pada hari ini ditutup naik sebesar 16 Basis poin atau sebesar 0,26% pada level 6.286. Level tertinggi IHSG berada pada level 6.305 dan level terendah berada pada level 6.262.

Gunawan Benjamin, pemerhati ekonomi Sumut, Senin (16/4) mengatakan, kenaikan IHSG pada hari ini disinyalir oleh data surplusnya neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2018 sebesar US$ 1,09 Miliar setelah sebelumnya di Januari dan Februari mengalami defisit.

“Surplus neraca perdagangan Maret ini didukung oleh kenaikan ekspor sektor nonmigas sebesar US$2,02 Miliar. Tak hanya itu, naiknya peringkat utang Indonesia oleh Moody’s dari Baa3 outlook positif menjadi Baa2 outlook stabil memberikan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Indonesia. Meskipun kekhawatiran tingkat utang Indonesia yang cukup tinggi masih menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, berbeda dengan bursa Global, Bursa wallstreet ditutup turun oleh kekhawatiran serangan rudal Amerika Serikat ke Suriah, Dow Jones Industrial Average turun 0,5%, NYSE turun 0,2%, Nasdaq turun 0,4% dan S&P 500 turun 0,2%. Sedangkan bursa Asia masih ditutup bervariasi yakni philliphine Stock Exchange turun 0,3%, Shanghai Composite melemah 1,5%, kospi naik 0,04% dan Kuala Lumpur Stock Exchange naik 0,2%.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada hari ini kembali melemah sekitar 25 Poin pada Rp. 13.780. Pelemahan rupiah ini mestinya bersifat sementara karna ekonomi Indonesia masih dalam kondisi yang baik hal ini didukung oleh keluarnya peningkatan rating Indonesia oleh lembaga rating Moody’s yang baik terhadap perekonomian Indonesia. Dari outlook positif menjadi outlook stabil. Sehingga memberikan dukungan dan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah.