Ilustrasi bursa(thikstock)
Ilustrasi bursa(thikstock)

MEDAN – Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG tampak sepi dan ditutup melemah. pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat tipis sebesar 7,2 poin.

Namun pada sesi selanjutnya, IHSG tak dapat bertahan di zona hijau. IHSG ditutup melemah tipis 0,9 poin atau sebesar 0,016% di level 6.285 level tertinggi IHSG berada di level 6.303 dan level terendah berada di level 6.259.

Meskipun rilis data surplus neraca perdagangan Indonesia di Maret 2018 menunjukkan kenaikan ekspor yang meningkat namun pada perdagangan hari ini, IHSG justru menunjukkan hasil yang sebaliknya.

“IHSG ditutup melemah di zona merah. Hal ini disinyalir oleh kenaikan utang luar negeri Indonesia yang terus meningkat hingga 148,22 Triliun hingga 31 April 2018. Meskipun utang luar negeri Indonesia ini masih diklaim di zona aman, namun investor tampak sedikit mempertimbangkan investasi jangka pendeknya saat ini,” kata Gunawan Benjamin, pemerhati ekonomi Sumut, Selasa (17/4).

Kenaikan saham pada hari ini hanya ditopang oleh kenaikan sektor Agri naik 1,3%, manufaktur naik 0,04% dan pertambangan naik 0,9 %. sedangkan sektor saham lainnya tampak melemah meskipun pada perdagangan diawal dibuka menguat.

Dia menambahkan pergerakan saham di bursa Asia pada perdagangan hari ini ditutup mixed, dimana shanghai Composite ditutup melemah sebesar 1,4%, Philippine Stock Exchange melemah 1,8%, Indeks Singapura naik 0,1% dan indeks di bursa Malaysia naik tipis 0,07%.

Disisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika serikat kini mulai bangkit dari zona merahnya dan berada kisaran Rp. 13.706 per dolar AS. Dolar Amerika Serikat tampak melemah terhadap hampir seluruh mata uang utama lainnya di tengah kekhawatiran konflik suriah saat ini.