Pengacara eks petinggi Lippo Group Eddy Suroso, Lucas (tengah) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/10). Tersangka Lucas diperiksa atas dugaan merintangi penyidikan oleh KPK terhadap eks petinggi Lippo Group Eddy Sindoro yang terjerat kasus perkara suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/18.
Pengacara eks petinggi Lippo Group Eddy Suroso, Lucas (tengah) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/10). Tersangka Lucas diperiksa atas dugaan merintangi penyidikan oleh KPK terhadap eks petinggi Lippo Group Eddy Sindoro yang terjerat kasus perkara suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc/18.

Berita Medan, makobar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan perkara dugaan tindakan merintangi penyidikan dengan tersangka Lucas ke Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta.

Seperti yang dilansir dari Kontan, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menuturkan bahwa jaksa KPK telah melimpahkan berkas dan dakwaan tersangka Lucas pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu. Kemudian persidangan perdana akan dilaksanakan hari Rabu 7 November 2018 mendatang.

Baca Juga: Polisi Sita Material Pembuatan Bagan Pancang di Nias

“Persidangan pertama dengan agenda pembacaan dakwaan terdakwa lucas tersebut di PN Tipikor Jakarta,” ujar Febri di Gedung KPK, Senin (5/11/2018).

Lucas dijadikan tersangka pada 1 Oktober 2018. Lucas dituduhkan melakukan obstruction of justice Terhadap penyidikan perkara salah satu petinggi Lippo Group, Eddy Sindoro.

Eddy diduga menjadi dalang suap kepada mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution, pada akhir 2016 untuk pengabulan Peninjauan kembali (PK) untuk kasus yang ditangani PN Jakarta Pusat.

Sementara Lucas dianggap berperan penting ketika Eddy Sindoro ditangkap di Malaysia dan dideportasi ke Indonesia. Lucas diduga mengusahakan Eddy kabur kembali ke salah satu negara Asean pada Agustus lalu.

Lucas dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (mc/min/kontan)

Sumber Kontan