Home / News

Rabu, 7 Oktober 2020 - 20:28 WIB

Sidak, Lapas Narkotik Siantar Temukan Ratusan Unit Handphone

makobar.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Narkotik Siantar melakukan sidak pada Selasa (7/10/2020) sekitar pukul 20.00 sampai 22.00 WIB.

Kalapas Narkotik Siantar Klas II A E.P Prayer Manik mengatakan sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi deteksi dini sesuai dengan perintah Dirjen Pas Irjen Rainhard Silitonga yang menyatakan agar setiap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) melakukan sidak untuk mendeteksi dini terkait gangguan keamanan dan ketertiban.

“Artinya kalau bisa deteksi dini, pasti tidak akan terjadi seperti huru hara dan masuknya narkoba serta barang yang dilarang masuk ke dalam lapas,” terangnya, Rabu (7/10/2020).

Ditanya berapa personel yang terlibat dalam sidak, Pria yang akrab disapa Prayer ini mengaku ada 52 personel yang dibagi dalam empat tim. “Tiga blok yang kita lakukan sidak dengan total kamar sebanyak 50 kamar dan di sini ada 693 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP),” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Sihaporas Tuding TPL ‘Maling Tanah Adat’

Ia mengaku sidak kali ini, dilakukan sangat berbeda karena semua pegawai turun untuk melakukan sidak sesuai perintah Dirjen Pas Irjen Rainhard Silitonga untuk melakukan deteksi dini gangguan Kamtibmas.

“Dan hari ini kita tidak menemukan narkoba, yang kita temukan seperti handphone ratusan unit, magicjar, speaker, kipas angin, colokan listrik. Semua barang inikan dilarang masuk untuk digunakan para WBP. Makanya kita tahan,” ujarnya.

Orang nomor satu di Lapas Narkotik Klas II A Siantar ini mengakui semua barang bukti hasil sidak, termasuk handphone dimusnahkan dengan cara membakarnya di halaman depan lapas Narkotik Klas IIA Siantar pascamelakukan paparan dengan awak media elektronik dan cetak.

Ia mengaku sidak ini dilakukan untuk menyampaikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk senantiasa mematuhi peraturan yang ada di lapas agar senantiasa patuh dan taat terhadap peraturan yang ada.

Baca Juga  Kepala Perawat RS Adam Malik Terpapar Covid-19

“Kita tetap lakukan konsultasi terhadap WBP untuk senantiasa agar WBP mengikuti peraturan dan tata tertib yang ada di lapas. Disela-sela tugas, kita tetap melakukan kontrol, saya sampaikan juga, kalau tidak dilarang 10 handphone pun, tidak masalah. Tapi karena dilarang, makanya tidak boleh,” katanya.

Prayer juga mengaku 80 persen masalah di lapas, akibat penyalahgunaan alat komunikasi. Sedangkan 20 persen lagi, itu dari petugas yang mencoba bermain.

“Dan saya juga sudah mengimbau kepada petugas jangan pernah main-main sesuai dengan arahan Dirjen Pas. Kalau tidak percaya, silahkan coba,” tegasnya.

Pihak lapas juga memfasilitasi untuk komunikasi, seperti kunjungan dengan video call.

“Artinya tindakan yang kita lakukan terhadap pencegahan Kamtibmas, kita juga berikan fasilitas, kita kasih rekreasi melalui hiburan, pembinaan keterampilan. Jadi tidak semata-mata penekanan,” pungkasnya. (mc/red)

Share :

Baca Juga

News

Unjuk Rasa di Polda Sumut, Ini Permintaan Keluarga Cokna

News

DPD HWK Medan Periode 2020-2025 Resmi Dilantik

News

Bawaslu Medan Minta KPU Maksimal Melakukan Coklit

News

Panen Jagung, Kalapas: Ini Bentuk Kita Dukung Ketahanan Pangan
Bobby atau Akhyar yang Akan Diusung PDIP Di Pilkada Medan?

News

Bobby atau Akhyar yang Akan Diusung PDIP Di Pilkada Medan?

News

Polda Sumut Lakukan Penyidikan Terkait Kasus DBH PBB Labura dan Labusel

News

Realisasi Pendapatan Selalu Melenceng, Hatta: Karena Tata Kelola APBD di Medan Buruk

News

Polisi Tangkap Koordinator Lapangan Demo Anarki di Aceh yang Lukai Kasar Sabhara