Home / Internasional

Selasa, 6 April 2021 - 04:01 WIB

Serangan’ Teritorial Ratusan Kapal China Picu Permusuhan

 Kapal Perang Amerika Serikat Bermanuver di Selat Taiwan Tiongkok Tingkatkan Kewaspadaan (ANTARA/HO-China Military/mii)

Kapal Perang Amerika Serikat Bermanuver di Selat Taiwan Tiongkok Tingkatkan Kewaspadaan (ANTARA/HO-China Military/mii)

makobar.com – Salvador Panelo, Penasihat Hukum Presiden Filipina Rodrigo Duterte, mengatakan, kehadiran kapal China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina adalah noda yang tidak diinginkan dalam hubungan Manila-Beijing.

Dan, “Dapat memicu permusuhan yang tidak diinginkan kedua negara,” katanya dalam sebuah pernyataan, Senin (5/4), seperti dikutip Reuters.

“Kami bisa bernegosiasi tentang masalah yang menjadi perhatian dan keuntungan bersama, tetapi jangan salah tentang itu, kedaulatan kami tidak dapat dinegosiasikan,” tegas Panelo.

“Serangan” teritorial oleh ratusan kapal China di Laut China Selatan menegangkan hubungan antara Manila dan Beijing, dan bisa menyebabkan “permusuhan yang tidak diinginkan”.

Filipina tidak akan dibutakan
Meskipun diplomat dan jenderal tinggi Filipina telah mengkritik keras China akhir-akhir ini, pernyataan Panelo adalah yang paling keras datang dari kantor Duterte.

Baca Juga  Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Jarak Jauh untuk Hadapi China

Maklum, Duterte telah menunjukkan keengganan untuk menghadapi China sejak membuat tawaran kejutan ke arah Beijing ketika dia menjadi Presiden Filipina.

Penolakannya untuk menekan China agar mematuhi putusan arbitrase penting tahun 2016 yang menguntungkan Manila dalam kasus yang diajukan oleh pemerintahan sebelumnya, telah membuat frustrasi kaum nasionalis.

Sebab, kaum nasionalis menyebut Duterte tergoda oleh janji-janji pinjaman dan investasi China yang hanya sedikit terwujud.

Duterte sebelumnya mengatakan, menantang China berisiko memulai perang.

Filipina bulan lalu mengajukan protes diplomatik tentang kehadiran 220 kapal China yang “mengerumuni dan mengancam” yang diyakini diawaki oleh milisi di Whitsun Reef, sebuah sikap yang didukung oleh Amerika Serikat.

Kapal-kapal tersebut telah menyebar ke daerah lain di ZEE Filipina.

Baca Juga  Cristiano Ronaldo Dimarahi Dua Pria Karena Menggoda Kekasih Mereka

Brunei, Malaysia, Taiwan, Cina, dan Vietnam juga memiliki klaim yang bersaing untuk pulau dan fitur di area tersebut.

Baca Juga: Kapal China masih di Laut China Selatan, AS dan Filipina pererat koordinasi

Panelo menyatakan, Filipina tidak akan dibutakan oleh gerakan kemanusiaan China di tengah pelanggaran hukum internasional dan hak kedaulatannya, merujuk pada vaksin virus corona baru yang disumbangkan oleh Beijing.

Kedutaan Besar China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Tapi sebelumnya, China menyebutkan, kapal-kapal itu berlindung dari cuaca buruk dan tidak ada milisi di atasnya.

Senator oposisi Risa Hontiveros menuntut orang China yang “keras kepala” segera meninggalkan wilayah ZEE Filipina.

“Kami sedang menghadapi pandemi dan China menyebabkan masalah baru,” ujarnya, seperti dilansir Reuters.

Share :

Baca Juga

Skuad Bayern Muenchen merayakan gelar Piala Dunia Antarklub setelah mengalahkan Tigres UANL pada partai puncak, Jumat (12/2/2021) dini hari WIB. (foto:kompas.com) 

Entertainment

Bayern Munchen Juarai Piala Dunia Antarklub, Saingi Pencapaian Barca
World hijab day (foto: Pixabay)

Internasional

1 Februari Merupakan Peringatan Hari Hijab Sedunia

Internasional

AS Berang! Kapal Induk China Dekati Taiwan

Internasional

Covid-19: Sempat Jadi Pusat Pandemi, Wuhan Sekarang Jadi Tujuan Turis

Internasional

Lagi-lagi AS dan China Berebut Pengaruh Vaksin Corona

Internasional

Mencekam! Pasukan Keamanan Myanmar Membabibuta Tembaki Demonstran
Korut Kutuk Malaysia dan Memutuskan Hubungannya, Ada Apa Ya?

Internasional

Korut Kutuk Malaysia dan Memutuskan Hubungannya, Ada Apa Ya?

Internasional

Taiwan Mulai Produksi Massal Rudal Jarak Jauh untuk Hadapi China