Berita Properti – sepanjang semester I 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan marketing sales atau penjualan pemasaran Rp 1,4 triliun. Pencapaian tersebut menurun sekitar 41,67% ketimbang periode yang sama tahun lalu yakni Rp 2,4 triliun.

Marketing sales di paruh pertama tahun ini menyusut karena tak ada penjualan lahan. “Kalau di semester pertama tahun lalu kami ada penjualan lahan industri sekitar Rp 1,4 triliun,” kata Wibisono, Investor Relations PT Agung Podomoro Land Tbk.

Kontributor penjualan pemasaran terbesar semester I 2018 adalah proyek Podomoro Park Buah Batu di Bandung, Jawa Barat. Agung Podomoro sudah memasarkannya mulai kuartal I 2018.

Menurut rancang bangun, Podomoro Park Buah Batu adalah kompleks perumahan di lahan seluas 100 hektare (ha). Tahap pembangunan terbagi menjadi tiga. Di tahap I, Agung Podomoro bakal menghadirkan tiga klaster perumahan berkapasitas sekitar 500 unit.

Selama Januari-Juni tahun ini, Agung Podomoro telah menyerap dana belanja modal Rp 2 triliun. Dana itu untuk membiayai pembangunan konstruksi proyek yang sudah berjalan.

Adapun sepanjang tahun ini, Agung Podomoro mengincar marketing sales Rp 4,9 triliun. Alhasil, perusahaan yang tercatat dengan kode saham APLN di Bursa Efek Indonesia ini masih harus mengejar penjualan pemasaran sebesar Rp 3,5 triliun pada semester II 2018.

Selama enam bulan pertama tahun ini, Agung Podomoro meraih penjualan dan pendapatan Rp 2,49 triliun. Jumlah itu turun 36,63% year on year (yoy). Adapun laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menyusut lebih dari 11 kali menjadi Rp 61,80 miliar.[kontan]