Home / Uncategorized

Sabtu, 24 April 2021 - 14:09 WIB

Semakin Kacau! Rakyat Myanmar Terancam Kelaparan

Myanmar Semakin Mencekam, Pabrik China Dibakar 39 Pendemo Tewas (foto: AP/IST)

Myanmar Semakin Mencekam, Pabrik China Dibakar 39 Pendemo Tewas (foto: AP/IST)

makobar.com – Berdasarkan hasil analisis Program Pangan Dunia (WFP) juga menunjukkan bahwa hingga 3,4 juta lebih orang akan berjuang untuk mendapat makanan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

Dalam hal ini, orang yang tinggal di perkotaan akan terkena dampak paling parah karena kehilangan pekerjaan.

Semakin banyak orang miskin kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli makanan.

Tanggapan bersama diperlukan sekarang untuk meringankan penderitaan langsung,”

“Dan untuk mencegah kemerosotan yang mengkhawatirkan dalam ketahanan pangan,” ungkap Stephen Anderson, direktur WFP Myanmar dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters.

WFP mengatakan, harga beras dan minyak goreng telah naik masing-masing sebesar 5% dan 18% sejak akhir Februari.

Saat ini warga ibu kota Yangon mulai kesulitan untuk makan, makan makanan yang tidak layak, hingga berhutang.

Baca Juga  Dregs Berbagi ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT ke-75 Bhayangkara

Saat ini WFP berencana untuk memperluas operasi menjadi tiga kali lipat dari 3,3 juta orang yang dibantunya.

WFP juga akan mengusahakan dana US$ 106 juta. Sebelum kudeta, WFP mengatakan sekitar 2,8 juta orang di Myanmar dianggap rawan pangan.

Gejolak politik Myanmar telah memasuki bulan ketiga. Selama tiga bulan ini pula, beragam krisis sosial lain mulai muncul, termasuk soal ekonomi yang memicu kelaparan.

PBB pada hari Kamis (23/4) melaporkan bahwa kerawanan pangan meningkat tajam di Myanmar setelah kudeta militer.

Krisis keuangan yang mendalam membuatan jutaan orang diperkirakan akan kelaparan dalam beberapa bulan mendatang.

Tentara Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah sipil yang terpilih secara demokratis pada 1 Februari.

Baca Juga  Subhanallah...Wanita Cantik Katolik Ini Makin Anggun Berjilbab

Praktik kudeta ini praktis mendorong Myanmar masuk ke dalam kekacauan.

Gelombang protes dan unjuk rasa masih belum berhenti hingga saat ini.

Tentara Myanmar juga disorot karena menghadapi para pengunjuk rasa dengan kekuatan brutal, menewaskan lebih dari 700 orang.

Krisis berkepanjangan menyebabkan sistem perbankan macet, menutup banyak cabang.

Membuat bisnis tidak dapat melakukan pembayaran dan pelanggan tidak dapat menarik uang tunai.

Kini banyak orang mulai bergantung pada bantuan makanan dan uang dari kerabat di luar negeri.

Sebagian besar impor dan ekspor telah dihentikan dan pabrik-pabrik ditutup.

Melihat kekacauan tersebut, Bank Dunia memperkirakan PDB Myanmar akan berkontraksi 10% pada tahun 2021, kebalikan dari tren yang sebelumnya positif.

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Pemkab Tapteng Menerima Kunjungan Kerja Ephorus HKI Pendeta Firman Sibarani
Komjen Agus Andrianto, Kapolri menekankan agar rekomendasi Komnas HAM terkait kasus KM 50segera ditindaklanjut

Uncategorized

Kabareskrim Baru soal Kasus Km 50: Kapolri Tekankan Lakukan Rekomendasi Komnas HAM
Ilustrasi rupiah

Uncategorized

Kurs Rupiah akan Dipengaruhi Rilis Data PDB
Erdogan Ajak Paus Fransiskus untuk Mengecam kekerasan Israel

Uncategorized

Hore! Turki Siap Mengambil Alih Peran AS di Afghanistan

Ekonomi

IHSG Masih Lanjutkan Penguatan Hari Ini
Orangutan Sumatera Lahir di Kebun Binatang Amerika Serikat (AP)

Uncategorized

Orangutan Sumatera Lahir di Kebun Binatang Amerika Serikat
Buah-buah untuk Meningkatkan Imun di Tengah Pandemi Covid-19

Uncategorized

Buah-buah untuk Meningkatkan Imun di Tengah Pandemi Covid-19

Uncategorized

Peradin Sumut: Perwal Kota Medan Produk Bobby Nasution Mencederai Keadilan