Berita Lubukpakam – Razia dipimpin langsung Kalapas Pakam Prayer Manik sebanyak 600 unit handphone berbagai jenis diamankan dari ruang tahanan yang ada di Lapas Pakam, razia yang dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan.

“Razia memang sering kita lakukan karena kita ingin lapas kita bersih dan tidak ada handphone. Tapi ya namanya membina manusia, jadi agak susah. Itupun selalu kita lakukan apa yang menjadi tugas kita sebagai pegawai lapas,” sebut Kalapas Pakam Prayer Manik.

Dia mengatakan selain razia pihaknya juga sering melakukan insidentil mengenai handphone yang acapkali ada di setiap lapas. “Intinya, kita menginginkan lapas ini tanpa handphone. Karena dengan alat komunikasi, mereka bisa juga membuat tindak kejahatan lainnya,”ujarnya.

Mengenai 600 handphone berbagai jenis yang ditemukan dalam kurun waktu tiga bulan ini, katanya, pihaknya akan semakin ketat kepada setiap keluarga binaan yang berkunjung.

“Tidak kita kasih kendur. Terus kita lakukan upaya pembersihan handphone dalam lapas. Di sini kami juga meminta kepada keluarga warga binaan agar turut membantu kami,”katanya.

Tanpa bantuan dari keluarga pihak warga binaan, sambung Prayer, pihaknya tidak bisa menghabiskan handphone yang beredar.

“Tapi kali ini, ada sekitar 600 unit handphone yang kita amankan dan akan kita musnahkan dengan cara membakarnya,”ujar orang nomor satu di lapas Pakam.

Kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang ketahuan memiliki handphone atau alat komunikasi lainnya, kata Prayer, pihaknya tidak membolehkan WBP bertemu atau dibesuk oleh keluarga, teman ataupun koleganya.

“Kita sudah serius bekerja, tapi bisa langsung hilang citra masyarakat ke kita karena di lapas banyak terdapat handphone. Apalagi baru-baru ini, anggota kita diamankan BNN karena ikut serta dalam pemasok narkoba dari luar. Dan yang bersangkutan diamankan diluar lapas,”katanya.