Kodim Bantu Korban Banjir Bandang Madina
Personel Kodim Bantu Korban Banjir Bandang Madina (Antara/Munawar)

Berita Medan – Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal menyisakan duka. Bukan hanya korban jiwa.

Tak kurang dari 1.722,70 hektare lahan padi sawah di 13 kecamatan terkena banjir dan 103 hektare lahan jagung terkena di Kecamatan Panyabungan.

Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Sumatera Utara (Sumut), Marino mengatakannya kepada MedanBisnis, Selasa (16/10/2018). Dari 13 kecamatan tersebut, Siabu merupakan wilayah yang paling luas lahan padi sawahnya terkena banjir yakni 1.100 hektare dan Muara Batang Gadis seluas 500 hektare.

Namun demikian, hingga kini baru 23 hektare padi sawah yang tercatat mengalami puso atau gagal panen. Sedangkan untuk jagung, tercatat 24 hektare mengalami puso. Dijelaskannya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan parit yang sampai saat ini sebagian masih tergenang banjir.

Mengenai bantuan pemerintah kepada petani yang padi dan jagungnya gagal panen, pihaknya akan menunggu laporan atau surat rekomendasi dari petugas di lapangan dan dari Pemerintah Kabupaten ke Pemerintah Profinsi. Sementara itu untuk perbaikan saluran irigasi, dikoordinasikan dengan pusat.

Untuk saat ini pihaknya masih fokus dalam penanganan banjir dikarenakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) curah hujan masih tinggi hingga bulan November. “Misalnya mengenai munculnya hama atau penyakit, sampai saat ini masih aman dan terkendali,” pungkasnya.