Home / Hukum

Selasa, 28 Juli 2020 - 01:05 WIB

Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Psikotropika

Labuhanbatu, makobar.com-Personel Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Satresnarkoba) Polres Labuhanbatu berhasil mengungkapkan peredaran psikotropika golongan 4.

Pada pengungkapan lewat undercoverbuy tersebut, personel Satresnarkoba Polres Labuhanbatu berhasil meringkus empat tersangka yang terdiri dari tiga honerer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Pinang dan seorang tersangka berinisial MR alias Ridho (24).

Satu di antara honorer yang diamankan tersebut merupakan seorang wanita berinisial SDM (27).

“Tersangka yang pertama sekali diamankan ialah Ridho dengan barang bukti 21 butir Riklona (Klonazepam) psikotropika golongan 4 di Hotel Nuansa, Kota Rantau Prapat pada 22 Juli 2020,” ujar Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat melalui Kasatresnarkoba Polres Labuhanbatu, AKP Martualesi Sitepu SH MH menjawab makobar.com, Senin, (27/7/2020).

Dari keterangan Ridho, lanjut dijelaskan Martualesi, pihaknya memperoleh informasi bahwa tersangka mendapat obat psikotropika itu dari seorang honorer.

“Berdasarkan keterangan Ridho, personel langsung melakukan undercoverbuy dan berhasil meringkus Eko (23) di depan RSUD Kota Pinang dengan barang bukti 50 butir Riklona,” jelas mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini.

Baca Juga  Gara-gara Jualan Ganja, Dua Pemuda Ini Meringkuk di Jeruji Besi

Kemudian, sebut Martualesi, dari tersangka diketahui peran seorang wanita honorer apoteker RSUD Kota Pinang.

“Dari honorer bagian apoteker pendamping di RSUD Kota Pinang yang ditangkap di kediamannya Komplek Perumahan AA Residen Kota Pinang pada 22 Juli 2020 kemarin, petugas menyita 2240 butir obat Atarax (Alprazolam) dan 40 Butir Riklona,” sebut mantan Wakapolsek Medan Barat ini.

Tidak berhenti di situ, tambah Martualesi, petugas mendapat informasi tentang keterlibatan honorer bagian anastesi RSUD Kota Pinang berinisial ASH (26).

“Tersangka ditangkap saat berada di rumah mertuanya di Jalan Lintas Cikampak-Riau. Tersangka berperan menghubungkan E dengan SDM penyedia obat psikropika,” tambah Martualesi.

Dari pengungkapan ini, Martualesi menerangkan, selain mengamanakan empat tersangka, pihaknya menyita 2391 psikotropika dan ratusan butir obat keras lainnya.

Baca Juga  Polres Labuhanbatu Ringkus 3 Pengedar Sabu-sabu di Labusel

“Dari hasil penyidikan, peredaran ini sudah berlangsung lama sekitar setahun lebih dengan modus membeli dari penyedia obat seharga 1 strip (10 butir) seharga Rp.100 ribu dan dijual kepada konsumen seharga Rp.50 ribu/butir atau 1 strip seharga Rp.500 ribu,” terangnya seraya menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam terkait beredarnya obat-obatan tersebut dari RSUD Kota Pinang secara bebas tanpa resep dokter.

Usai diamankan, kata Martualesi, para tersangka berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Labuhanbatu untuk diproses.

“Akibat perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar pasal 60 Ayat 3 dan 4 Undang-undang RI No. 5 tahun 1997 Tentang Psikotropika YO Permenkes RI No. 3 Tahun 2017 tentang perubahan penggolongan psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas orang nomor satu di Satresnarkoba Polres Labuhanbatu ini. (mc/Jam)

Share :

Baca Juga

Hukum

DF Mahasiswa Pemilik Sabu-sabu di Tanjungbalai Diringkus Polisi
Prostitusi Artis

Hukum

Polisi Dalami Artis Terlibat Prostitusi yang Ditangkap di Medan

Hukum

Polres Labuhanbatu Ringkus 3 Pengedar Sabu-sabu di Labusel

Hukum

Wijaya Pemilik Sabu-sabu Diringkus Satresnarkoba Polres Tanjungbalai

Hukum

Bimbim Pemilik Sabu-sabu Diringkus Satresnarkoba Polres Tanjungbalai

Hukum

20 Kendaraan Knalpot Blong Terjaring Polisi di Medan

Hukum

Zulkarnain Pengedar Sabu-sabu Bagan Asahan Diringkus Polisi
Djoko Tjandra Pernah Satu Pesawat Dengan Brigjen Prasetyo

Hukum

Djoko Tjandra Pernah Satu Pesawat Dengan Brigjen Prasetyo