Home / News

Selasa, 15 Desember 2020 - 15:58 WIB

Sangat Mengejutkan Pernyataan Dirut PT Jasa Marga

Foto: 100kpj.com

Foto: 100kpj.com

makobar.com – Kasus bentroknya antara anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam iring-iringan bersama Habib Rizieq, dengan polisi yang sedang melakukan tugasnya di Jalan Tol Cikampek KM 50, 7 Desember 2020 lalu, masih menyisakan misteri bagi warga indonesia.

 

Di kutip dari 100kpj.com. Terkait kasus tersebut, Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga yakni Subakti Syukur mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

 

“Keterangan dari Dirut PT Jasa Marga dan Kapolda Metro Jaya diperlukan untuk melengkapi berbagai informasi yang telah dapatkan dan yang sedang didalami oleh Komnas HAM,” ungkap Choirul Anam, komisioner Komnas HAM yang dikutip dari Viva.

 

Lebih lanjut Choirul menjelaskan bahwa Komnas HAM melalui tim pemantauan dan penyelidikan telah dan sedang melakukan penyelidikan, terhadap kasus yang terjadi di Jalan Tol Cikampek KM 50 tersebur. Tim telah melakukan permintaan keterangan berbagai pihak, yakni FPI, saksi, keluarga korban, dan masyarakat.

Baca Juga  Juragan Bakso Diciduk Polres Labuhanbatu Saat Jualan Sabu

 

Choirul juga mengaku bahwa tim melakukan pemantauan lapangan secara langsung dan sedang memperdalam tempat kejadian perkara (TKP). Tim kami juga meminta keterangan dari pihak FPI, saksi, keluarga korban, dan masyarakat sekitar.

 

“Sehingga keterangan dari Dirut PT Jasa Marga diperlukan untuk melengkapi informasi yang ada. Kami berharap, agar semua pihak bekerja sama untuk membuat semuanya dapat terbuka,” katanya.

 

Sementara itu, Dirut Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, 23 dari 277 CCTV di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek tak berfungsi normal saat kejadian bentrok antara polisi dan anggota FPI. CCTV yang ada di KM48 hingga KM72 itu mengalami gangguan sehingga tak dapat merekam dan mengirimkan gambar.

Baca Juga  Pemko Medan Dorong Produk UMKM Masuk E-Market Place

 

“23 itu bukan tidak berfungsi, hanya pengiriman datanya berapa jam terganggu. Mau perbaikan tapi hujan, karena itu kan harus dideteksi pakai suatu alat, sehingga perlu waktu,” jelas Subakti.

 

Menurut Subakti, gangguan pengiriman data itu menyebabkan kejadian di ruas jalan tol tersebut tidak terekam. Namun, 254 kamera CCTV lain yang ada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan di setiap gerbang tol berfungsi normal.

 

“Kalau di gerbang tol dan lain-lainnya itu ada (rekamannya). Jadi hanya sekitar 23 CCTV yang terganggu, sehingga kejadiannya di ruas jalan itu tidak terekam,” pungkasnya.(mc/yud)

Share :

Baca Juga

News

Pengisian Jabatan Kosong Kemenag Sumut, Ombudsman Apresiasi Menteri Agama

News

Kapoldasu Dukung Penguatan Sistem Peradilan Pidana
JOOX Ajak Anak Muda untuk Denger yang Berfaedah selama Bulan Ramadhan

Entertainment

JOOX Ajak Anak Muda untuk Denger yang Berfaedah selama Bulan Ramadhan
Operasi Antik Toba 2021, Polres Labuhanbatu Ungkap Tindak Pidana Narkotika Sebanyak 126 Kasus

News

Operasi Antik Toba 2021, Polres Labuhanbatu Ungkap Tindak Pidana Narkotika Sebanyak 126 Kasus

Ekonomi

Jadwal Pemblokiran Kartu ATM Lama BRI hingga BCA

News

IAKMI Sumut dan BKKBN Jalin Kerjasama Perangi Covid Hingga Stunting

Hukum

Polisi Akan Melakukan Tes Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Ari Pratama
Gaji lionel messi sangat fantastis

Entertainment

Gaji Lionel Messi Bisa Sewa Andressa Urach Berapa Lama