Indeks Dollar Berbalik Melemah Hari Ini

Berita Jakarta – Analis memperkirakan, jika sentimen negatif berlanjut, rupiah bisa melemah ke Rp14.920 per dollar AS di sisa bulan ini.

Di mana nilai tukar rupiah terhadap dollar AS makin lesu siang ini. Pada pukul 10:29, nilai rupiah di pasar spot diperdagangkan di Rp 14.915 per dollar AS.

Menanggapi hal tersebut Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, rupiah melemah karena besok malam bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan keputusan bunga acuan, serta menyampaikan testimoni ekonomi.

BACA : Harga Emas Antam Turun Dipatok Rp661.000 Per Gram

Ditambah lagi, isu perang dagang antara AS dengan China belum bertemu titik terang. Kedua negara ini telah menerapkan tarif terbaru atas produk impor mereka kemarin. China juga masih akan melawan, dengan mengundang duta besar AS untuk memberikan nota keberatan mengenai tarif tambahan yang akan diberlakukan Amerika sebesar US$ 267 miliar.

“Karena tarif impor ini jika dilihat dari neraca perdagangan ekspor impor Amerika dan China seperti antara langit dan bumi, sehingga Amerika merasa dirugikan,” kata Ibrahim, Selasa (25/9).

Tak hanya memperhatikan langkah AS, pasar juga akan menunggu sikap Bank Indonesia (BI) menentukan suku bunga pada Kamis (27/9), sehari setelah pengumuman The Fed. Pasar juga berekspektasi, BI akan menaikkan bunga 25 basis poin untuk meredam pelemahan rupiah lebih lanjut.

Ibrahim memperkirakan, akan ada perdagangan USD/IDR besar pada Kamis dan Jumat besok menjelang kampanye pilpres. “Namun apakah rupiah akan menguat atau melemah, kita belum tahu, dilihat dari hari Rabu setelah The Fed menaikkan suku bunga,” ujarnya.

Hingga pekan terkahir di bulan September, Ibrahim memproyeksi, level terlemah rupiah akan berada di level Rp 14.920 per dollar AS dan level terkuatnya di Rp 14.830 per dollar AS.