Berita Jakarta – Menjelang akhir pekan Jumat (14/9/2018) di mana kurs spot rupiah kemarin melemah tipis 0,05% ke Rp 14.840 per dollar AS.

Sebaliknya, kurs tengah rupiah Bank Indonesia naik 0,46% ke Rp 14.794 per dollar Amerika Serikat (AS).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, wacana mengenai Presiden AS Donald Trump yang tetap memberlakukan tarif impor pada poduk China membuat the greenback perkasa.

Moody’s beri outlook negatif, ini rekomendasi analis Phintraco untuk ASRI
Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih menuturkan, hari ini pergerakan rupiah akan dipengaruh data inflasi AS.

“Sentimen yang berhubungan dengan The Fed selalu mempengaruhi indeks dollar AS, yang otomatis berdampak pada rupiah,” kata dia.

Inflasi AS di Agustus tercatat cuma 0,2%, lebih rendah dari prediksi 0,3%. Ini membuatnya memprediksi, rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 14.820–Rp 14.860 per dollar AS.

Ibrahim menghitung, rupiah akan bergerak antara Rp 14.760–14.890 per dollar AS.