Medan, makobar.com – Setelah sempat tidak dioperasikan karena harus memenuhi standar akreditasi Joint Commission International (JCI), Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik kembali mengaktifkan layanan di Instalasi Bedah Pusat (IBP) miliknya.

Direktur Utama RSUPHAM dr Bambang Prabowo MKes menyampaikan, berdasarkan uji kelayakan sesuai standar akreditasi JCI ditemukan lima kamar operasi yang telah memenuhi standar, sehingga diputuskan dapat beroperasi kembali sejak, Senin (13/1/2020).

“Setiap Direksi mengusulkan untuk mengoperasikan kembali IBP. Kemudian diputuskan melakukan uji kuman kembali, dan ditemukan lima kamar operasi layak dan memenuhi standar JCI. Namun, saat ini masih tiga kamar operasi yang sudah beroperasi secara normal, karena butuh penataan ulang kembali SDM yang akan ditugaskan, terutama tenaga perawat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, sebelumnya SDM yang bertugas di IBP telah ditugaskan di unit-unit lain.

Oleh karena itu, untuk sementara tenaga SDM yang sudah dapat ditugaskan kata dia, masih pada tiga kamar operasi.

“Sementara kamar operasi lainnya akan dilakukan renovasi agar sesuai dengan standar akreditasi JCI. IBP sendiri saat ini memiliki total 10 kamar operasi,” jelasnya.

Bambang menerangkan, dengan beroperasinya IBP rumah sakit milik Kemenkes ini, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasien yang selama ini terdapat antrian operasi pasien.

Disamping itu, ia mengatakan, dengan ini diharapkan juga pendapatan RSUPHAM dapat semakin meningkat.

Bambang menuturkan, demi memenuhi kebutuhan pasien, IBP RSUPHAM sudah beberapa kali melakukan tindakan operasi diluar jam kerja.

Untuk kedepannya, IBP bertekad akan siap sedia 24 jam melayani tindakan operasi sesuai dengan kebutuhan pasien.

“Tindakan operasi telah kita lakukan di hari libur, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu. Salah satunya tindakan bedah syaraf,” tambahnya.

Dengan diaktifkannya kembali IBP, sambung dia, tindakan operasi yang selama ini dilakukan di OK Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Rawat Jalan (IRJ) dan Pusat Jantung Terpadu (PJT) akan tetap dilaksanakan.

Namun, tindakan operasi yang dilakukan pada masing-masing unit, sebutnya, lebih terfokus sesuai dengan unit layanannya.

“IBP memenuhi layanan operasi elektif (yang sudah dijadwalkan), IGD memenuhi layanan operasi darurat, IRJ memenuhi layanan operasi kecil dan PJT layanan operasi jantung,” pungkasnya. (mc/roe)