Home / Internasional / News

Selasa, 16 Februari 2021 - 14:09 WIB

Roket Serang Pangkalan Militer AS di Ibu Kota Kurdistan, 1 Pekerja Tewas

Ilustrasi sistem pertahanan rudal AS. (U.S. Department of Defense, Missile Defense Agency/Handout via Reuters)

Ilustrasi sistem pertahanan rudal AS. (U.S. Department of Defense, Missile Defense Agency/Handout via Reuters)

makobar.com – Sedikitnya 3 roket menghantam kawasan Bandara Internasional Erbil di Irak. Pangkalan militer yang berada di kawasan tersebut ikut menjadi target roket – roket yang di tembakan dari jarak delapan kilometer barat Arbil.

Dilansir CNBC Indonesia. Serangan roket terjadi di pangkalan militer pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) di Kurdistan, Irak Utara, Senin (15/4/2021) malam waktu setempat. Seorang kontraktor sipil tewas sementara lima orang lainnya termasuk seorang tentara AS terluka.

Serangan ini merupakan yang pertama kali terjadi di instalasi militer atau misi diplomatik Barat dalam dua bulan terakhir. Kejadian terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat.

Sumber keamanan koalisi, yang terdiri dari pasukan Irak dan Barat mengatakan bahwa setidaknya ada tiga roket yang ditembakkan ke arah bandara kota, Bandara Internasional Erbil, area pasukan asing untuk memerangi kelompok ISIS ditempatkan. Dua roket lain menghantam lingkungan perumahan di pinggiran Arbil.

Baca Juga  Provinsi Izmir Turki Dilanda Tsunami

Juru Bicara Pasukan Koalisi Kolonel Wayne Marotto mengkonfirmasi bahwa ada seorang kontraktor tewas. “Namun bukan warga Irak,” kutip AFP tentang keterangannya meski tak merinci kewarganegaraan korban, Selasa (16/2/2021).

Kepala Direktorat Jenderal Kesehatan Arbil Delovan Jalal mengatakan sedikitnya lima warga terluka dalam serangan di lingkungan perumahan Arbil. Sementara satu orang lainnya dalam kondisi kritis.

Kementerian dalam negeri Kurdistan, juga mengkonfirmasi “beberapa roket” menghantam kota yang memegang status otonom itu. Mereka meminta warga untuk tinggal di rumah sampai pemberitahuan lanjutan.

Perdana Menteri Kurdi, Marsrour Barzani mengutuk keras serangan ini. Ia mengaku telah berbicara dengan Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhemi untuk penyelidikan.

Baca Juga  Pemerataan Jaringan 4G, Kemkominfo Bangun Infrastruktur Digital Hingga Pelosok Negeri

Sementara itu, Presiden Irak Barham Saleh mencuitkan tanda bahwa serangan ini bisa menandai eskalasi berbahaya dan tindakan criminal teroris. Dua sumber intelijen, mengatakan ke AFP, serangan berasal dari dalam wilayah Kurdistan.

Pejabat AS menyebut roket tersebut berdiameter 107 mm. Ditembakkan delapan kilometer barat Arbil.

Sebuah kelompok bernama Saraya Awliya al-Dam mengaku bertanggung jawab. Mereka mengaku menargetkan penduduk Amerika di Irak, meski tak memberi bukti klaim.

Sebelumnya, saat Presiden AS Donald Trump berkuasa, Paman Sam telah mengancam akan ada pembalasan mengerikan jika ada warganya yang terluka karena serangan di Irak. Namun belum diketahui sikap Presiden AS Joe Biden soal ini. (mc/yud)

Share :

Baca Juga

Ketua DPD RI kunjungi UMKM

News

Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti: Sistem Kemitraan akan Perkuat UMKM
Antisipasi Teror Polri dan TNI Perketat Keamanan Pusat Keramaian di Kota Medan

News

Antisipasi Teror Polri dan TNI Perketat Keamanan di Kota Medan
Bom Makassar: Diduga Pelaku Coba Masuk Ke Lingkungan Gereja Gunakan Sepeda Motor

News

Bom Makassar: Diduga Pelaku Coba Masuk Ke Lingkungan Gereja Gunakan Sepeda Motor
Pimpinan Fpi HRS ( foto: antara)

News

Pemerintah Minta Masyarakat Lapor jika Atribut FPI Masih Digunakan

Internasional

China Diduga Sudah Memblokir Taiwan

News

Terkait Insentif Nakes, Ombudsman Panggil Sekda dan Dinkes Medan
PSM Makasar Dihukum FIFA

Entertainment

PSM Makasar Dihukum FIFA

News

Gakkumdu Tapsel Periksa SH Dosen UINSU Medan