Berita Samosir – Terkait kematian ribuan ikan di perairan Danau Toba ditanggapi oleh Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengatakan, selain dugaan sementara penyebab kematian ikan karena kekurangan oksigen, juga akibat cuaca kencang yang berpengaruh terhadap perbedaan suhu air di permukaan dan di bawah yang menyebabkan pergerakan massa air dari bawah ke permukaan.

Dia menjelaskan kemudian, pergerakan massa air secara vertikal (up welling) ini membawa nutrien dan partikel-partikel dari dasar perairan yang membuat pasokan oksigen untuk ikan menjadi berkurang.

“Penyebab lain akibat tingginya kepadatan populasi ikan dalam kotak KJA. Hal ini sangat mengganggu sirkulasi oksigen yang mengakibatkan kurangnya pasokan oksigen dan menyebabkan kematian ikan,” jelasnya.

“Selain itu juga karena lokasi KJA tersebut terlalu dangkal diakibatkan surutnya air Danau Toba dan dasar perairan berlumpur,” paparnya.

Dia mengungkapkan, saat ini tindakan yang dilakukan Pemkab Samosir melakukan evakuasi ikan yang mati dari KJA, dan mengubur di darat dengan menggunakan alat berat dan dibantu SKPD terkait seperti Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, BPBD, Kecamatan Pangururan Pintu Sona, dan masyarakat sekitar.

“Dinas Pertanian telah membawa sample berupa ikan, air, dan pakan untuk diteliti di laboratorium Medan, untuk memastikan secara ilmiah apa penyebab kematian ikan,” ungkapnya.

“Kepada masyarakat pemilik KJA diimbau agar mengosongkan KJA minimal 2 bulan dan mencuci net, dan semua peralatannya agar situasi normal kembali,” tambahnya.[mbc]