Suasana di dermaga Tiga Ras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6/2018).

Berita Simalungun – Masih banyaknya warga yang menjadi korban musibah Kapal Motor Penumpang (KMP) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba menggugah empati dari sejumlah pihak.

Salah satunya dari komunitas Relawan Djoss yang ikut membantu pencarian korban. Bahkan untuk mendukung pencarian tersebut, para relawan tersebut mendapat sumbangan dua perahu cepat atau speed boat dari salah seorang pengusaha Sumut, Elisabeth Lumban Raja- Nyonya Sitorus Pane.

Perwakilan dari relawan Djoss, Charles Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya menurunkan sejumlah relawan untuk ikut mencari korban KMP Sinar Bangun yang belum ditemukan hingga saat ini. Belajar dari penemuan dua korban pertama di sekitar Danau Toba nantinya para relawan Djoss akan melakukan penyisiran di sekitar zonasi yang sudah ditentukan.

“Prinsipnya ini partisipatif. Jadi secara sukarela ikut membantu mencari para korban. Dengan catatan harus berkoordinasi dengan posko SAR. karena menyangkut keselamatan bersama dan kerja sama,” terangnya di Siantar, kemarin.

Charles memaparkan bahwa selain bantuan dua unit perahu cepat atau speed boat, keluarga Sitorus juga memberikan bantuan berupa makanan untuk para keluarga korban. Dengan adanya bantuan tersebut pihaknya berharap dapat meringankan beban para keluarga korban KMP Sinar Bangun yang mengalami kecelakaan pada tanggal 18 juni yang lalu. selain itu juga sebagai bagian dari kontribusi putra putri di sekitar Danau Toba untuk membantu tim gabungan SAR yang sudah turun ke lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan bahwa kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi salah satu kendala dalam pencarian. Tim SAR gabungan telah melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban hilang akibat tenggelamnya KMP Sinar Bangun.

Data penumpang valid yang menaiki kapal tersebut belum bisa ditentukan karena tidak ada manifest penumpang. Namun diperkirakan jumlahnya lebih dari seratus orang. termasuk puluhan kendaraan roda dua. Penyebab tenggelamnya kapal juga belum dapat dipastikan