Regulator di Eropa dan Asia Selidiki Transfer Rp 18,9 T oleh WNI ke Singapura, Sebagian Terkait Militer
Regulator di Eropa dan Asia Selidiki Transfer Rp 18,9 T oleh WNI ke Singapura, Sebagian Terkait Militer

makobar.com – Regulator di Eropa dan Asia tengah menyelidiki Standard Chartered terkait transfer dana dari dari British Channel Island of Guernsey ke Singapura milik nasabah Indonesia, sebagian “terkait dengan militer.”

Transfer dana sebesar US$1,4 miliar, (sekitar Rp18,9 triliun) milik nasabah asal Indonesia, dipindahkan pada akhir 2015, sebelum Guernsey menerapkan peraturan pelaporan global untuk data pajak, Common Reporting Standard, pada awal 2016, menurut Bloomberg.

Di bawah CRS, regulator yurisdiksi yang berbeda secara otomatis akan saling bertukar informasi dengan satu sama lain. Lebih dari 100 yurisdiksi telah mengindikasikan bahwa mereka akan menandatangani standar yang mulai berlaku di Guernsey pada 2016, namun belum berlaku di Singapura dan Hong Kong sampai 2018.

Surat Menteri Keuangan Sri Mulyani Bocor, PT. PLN Diisukan Akan Dijual

Otoritas Moneter Singapura, bank sentral negara itu, dan Komisi Jasa Keuangan Guernsey kemudian mulai menyelidiki rangkaian kejadian tersebut. Sumber itu mengatakan otoritas perilaku Finansial Inggris, Regulator Standard Chartered, mengetahui transfer tersebut, tapi tidak mengkaji ulang secara mendalam.

Buat Postingan di FB Soal Mata Panglima TNI 5 Watt, Iwan Susanto Purwahyo di Interogasi Kodim 1608/Bima

Sumber juga mengatakan regulator dianggap tidak mengawasi cara proses dan transfer Standard Chartered itu. Dia mengatakan seharusnya regulator melakukan pengawasan agar pegawai bank tidak berkolusi dengan klien untuk menghindari pajak.

Seperti yang dilansir South China Morning Post pada 7 Oktober 2017, fokus investigasi internal bank adalah apakah mereka telah memeriksa sumber dana nasabah dengan cermat dan melakukan uji tuntas klien yang tepat.

Karyawan di Guernsey dan bankir di Singapura menandai transfer aset senilai US$ 1,4 miliar, ketika pertama kali diusulkan pada 2015. Mereka mencatat serentetan permintaan yang muncul tiba-tiba dalam rangkaian akun sebelumnya. Transfer tersebut disetujui oleh tim kepatuhan kejahatan Standart Chartered setelah ditinjau ulang.

Regulator dari Guernsey diyakini telah melakukan perjalanan ke Inggris untuk mewawancarai beberapa dari mereka yang terlibat dalam melaksanakan dan menyetujui transfer tersebut.

Kasus Dugaan Korupsi Yang Lebih Besar dari e-KTP Terungkap, Ini Kasusnya

Pemeriksaan perusahaan juga diyakini telah memeriksa apakah staf melanggar kode etiknya saat melakukan transfer, dan dipertimbangkan jika waktunya terkait dengan penerapan peraturan pajak CRS yang akan datang di Guernsey.

Ken Dwijugiasteadi, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, mengatakan pihaknya akan mengejar potensi pajak itu dan telah mengetahui siapa orang di balik transaksi besar itu.

“Mereka lapor kok, Standar Chartered lapor ke kita. Kasih tahu suruh ikut betulin SPT-nya,” kata Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi kepada wartawan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (6/10/2017) kemarin.

Ditjen Pajak sudah mengantongi identitas si nasabah, namun Ken tak mau mengungkapnya. Identitas si nasabah tak boleh diungkap.

StanChart menutup operasi tahun lalu di Guernsey, wilayah Inggris dengan otonomi finansial dan politik sendiri. Guernsey dan wilayah lain di Channel Islands sering digunakan sebagai tempat persembunyian pajak.