Berita Medan, makobar – Polres Simalungun mengungkap kasus peredaran ratusan pil ekstasi yang akan disebar di tempat hiburan malam di Kota Pematangsiantar.

Sat Narkoba Polres Simalungun mengamankan 622 butir pil ekstasi dengan warna biru, merah, kuning, dan ungu.

Seperti yang dilansir dari laman Tribun Medan, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberti Panjaitan menjelaskan ratusan pil ekstasi itu ditemukan dari tersangka Dedi Lubis di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Polisi menemukan ekstasi yang dibungkus di dalam lima klip ukuran sedang dan besar. Pil ekstasi itu bermerek Kenzo, Nike, dan TP.

Baca Juga: Safii Mengaku jadi Korban Salah Tangkap Polisi

“Pil ekstasi ini akan diedar ke tempat hiburan yang ada di Kota Siantar. Pastinya, kita akan lakukan terus pengembangan hingga ke sana (tempat hiburan),”ujarnya saat menggelar press rilis di Asrama Polisi Jalan Sang Naualuh, Kota Siantar, Sabtu (3/11/2018).

Selain menemukan ratusan pil ekstasi, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sabu, uang, timbangan digital alat hisap sabu, dan buku rekening transaksi penjualan narkoba.

Polres melakukan penangkapan di delapan tempat yang terdiri dari enam di Kota Siantar dan dua di Kabupaten Simalungun.

Polisi telah melakukan pengbangan selama seminggu untuk mengungkap jaringan narkoba.

AKBP Marudut menjelaskan awalnya menangkap tersangka Jono di Kabupaten Simalungun. Lalu, Petugas Sat Narkoba melakukan pengembangan hingga ke Kota Pematangsiantar.

Saat press rilis, polisi menghadirkan 14 tersangka dengan barang bukti sabu, yakni Jona Sinaga, Reinhard Tamba, Prima Silalahi, Sahat Butarbutar, Nasrul Sirait, Ahmad Kasim, Eka Lubis, Dhony Saragih, Dedy Lubis, Donny Syahputra, Dimas Anggriawan, Buah Periang Panggabean, dan Heri Naldo Sihombing.

Dari 14 tersangka, polisi mengamankan sabu seberat 25,1 gram, 622 butir pil ekstasi, dan uang Rp 9 juta 680 ribu.

AKBP Marudut menjelaskan buku rekening BCA atas nama Ahmad Kasim telah melakukan transaksi yang terhitung secara akumulasi mencapai Rp 1 miliar. AKBP Marudut memastikan untuk bandar perderan narkoba yakni Heri Naldo Sihombing alias Naldo.

“Kita tangkap bandarnya di Jalan Jati Kota Siantar. Kalau dari huku rekening memang atas nama Membot, tetapi yang memegang ini semua Naldo,”kata AKBP Marudut seraya mengatakan Naldo terancam hukuman seumur hidup.

Amatan tribun-medan.com, bandar narkoba Naldo tampak hadir dengan menggunakan infus. Ia mengalami penyakit homofilia dan dirawat di rumah sakit. Tersangka Naldo juga merupakan mantan tahanan Lapas Tanjung Gusta Medan.

“Naldo ini sudah kita ikuti selama 1 minggu. Dia baru keluar dari lapas iti bulan Juli lalu,”katanya.

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Heri Edrino Sihombing memastikan para tersangka lain terkena pasal 114 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun. (mc/min/tribun)

Sumber Tribun Medan