Berita Medan – Puluhan guru honorer kategori II (K2) di kota Medan mendatangi kantor DPRD Medan. Mereka meminta agar statusnya ditingkatkan menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS).

Permintaan itu disampaikan lewat rapat dengar pendapat (RDP) di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan Jln Kapten Maulana Lubis Medan, Rabu (14/3).

“Pertemuan dihadiri sebanyak 21 guru honor dari berbagai sekolah baik negeri maupun swasta di 21 kecamatan di Medan. Meminta agar status mereka ditingkatkan dari guru honor menjadi guru PNS,” kata Ketua Komisi B DPRD Medan, Rajudin Sagala kepada wartawan.

Menurutnya, para guru honor itu sudah layak diangkat menjadi PNS. Karena masa kerjanya ada yang di atas 12 tahun.

“Jadi berharap ada rekomendasi dari DPRD Medan, agar SK meraka dikeluarkan Kepala Dinas Pendidikan, tapi ada juga SK kepala sekolah. Bagi guru honor swasta dikeluarkan kepala yayasan ditingkatkan menjadi SK Walikota Medan. Selanjutnya bisa disertifikasi, yang pada akhirnya nanti bisa diangkat menjadi PNS,” ujarnya.

Rajudin berjanji akan mengupayakannya. “Selama itu tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan, kita mendukungnya. Ini mengingat honor yang mereka terima selama ini sangat jauh dari harapan, jauh dari Upah Minimum Kota (UMK), bahkan boleh dikatakan tidak sesuai dengan pengabdian dan tanggung jawabnya dalam membantu mencerdaskan anak bangsa,” jelas Rajudin lagi.

Diakuinya, honor yang diterima setiap bulan bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sangat tidak logis. Honorer ini hanya diberi upah antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu/bulan. “Ini cukup memprihatinkan. Bagaimana mereka akan menghidupi keluarga jika yang diperoleh di bawah harapan,” katanya.

Dijelaskannya, jumlah guru honor di kota Medan sebanyak 431 orang, dari jumlah ini sebanyak 234 guru honor di sekolah negeri. Namun bagi guru honor swasta sudah disertifikasi tinggal ditingkatkan menjadi PNS.

“SK mereka semua bervariasi ada yang dari Kepala Dinas Pendidikan, ada yang dari kepala sekolah, kalau guru swasta dari kepala yayasan, jadi melalui pertemuan tadi mereka minta SK-nya dari Walikota Medan, agar mudah ditingkatkan,” tandasnya. (mc/min)