Home / News

Selasa, 19 Januari 2021 - 15:35 WIB

Prof. Tan Kamello : Hukum Positif Tidak Mengenal Selfplagiarism atau Autoplagiarism

Profesor Tan Kamello

Profesor Tan Kamello

makobar.com – Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Prof.Dr.Tan Kamello, S.H.,M.S menegaskan hukum positif di Indonesia tidak mengenal selfplagiarism atau autoplagiarism. Pernyataan ini diungkapkan Tan Kamello menyikapi kasus kontroversial Rektor USU Terpilih Muryanto Amin yang dituduh melakukan selfplagiarism.

 

“Jika dibaca Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.17 Tahun 2010, tidak satu kata pun dijumpai istilah selfplagiarism atau autoplagiarism.,” ujar Kamello kepada wartawan, Selasa (19/1).

 

Menurut pakar hukum di Sumatera Utara ini, istilah tersebut hanya dikemukakan oleh para penulis asing dan tidak pernah dimasukkan dalam rumusan pasal. “Kalau seorang plagiator diduga dan mau dijatuhi hukuman berdasarkan hukum positif, maka perbuatan yang dilakukan plagiator harus memenuhi unsur-unsur yuridis dalam pasal tersebut.,” bebernya.

 

Oleh karenanya, kata Tan Kamello yang juga merupakan anggota Dewan Guru Besar (DGB) USU ini, Tim Penelusuran yang dibentuk Rektor USU untuk menangani perkara dugaan plagiat Muryanto Amin tidak dapat membuktikan perbuatan plagiat yang dilakukan oleh Rektor Terpilih tersebut.

 

“Selain itu pasal yang diterapkan untuk kasus ini tidak bisa dibuktikan, melainkan hanya melakukan dugaan saja. Ketua Tim juga sudah membuat kesimpulan yang berulang-ulang tentang adanya dugaan perbuatan plagiat dengan tidak memahami secara benar arti plagiat yang dimaksudkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.17 Tahun 2010. Dalam peraturan tersebut secara jelas dan eksplisit yaitu mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain. Jadi bukan karya ilmiah sendiri,” beber Tan Kamello.

Baca Juga  Persija Pasang Target Juara Piala Menpora 2021

 

Sebagai salah seorang anggota Dewan Guru Besar USU, Tan Kamello mengaku sudah membaca dan menyimak hasil penelusuran dugaan plagiat pada kasus Muryanto. Penemuan tim penelusuran itu akan menimbulkan masalah hukum baru. Sebab berdasarkan cacatannya, bahwa Tim Penelusuran menggunakan frase dugaan adanya plagiarisme dengan kategori self-plagiarism atau autoplagiarism dengan menggunakan aplikasi Turnitin dan Checker X.

 

“Pertanyaannya , siapakah yang mengesahkan alat uji aplikasi tersebut. Apakah pihak Senat, Rektor, Dewan Guru Besar, Wali Amanat, sehingga menjadi validable dan reliable.” Urainya.

 

Sebab lanjutnya, berdasakan alat uji aplikasi tersebut, Tim Penelusuran berpendapat diduga telah terjadi perbuatan plagiat yang melanggar etika keilmuan dan integritas moral.

 

“Di sini Tim Penelusuran tidak dapat membedakan ruang norma hukum dan ruang norma etika dan moral. Norma hukum yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.17 Tahun 2010 saja tidak dilanggar, mengapa dapat dikatakan melanggar etika keilmuan dan integritas moral,” terangnya.

Baca Juga  Wapres Ingatkan Kapolri Jenderal Listyo Jangan Sampai Gagal

 

Oleh sebab itu, untuk menentukan indikator yuridis dalam memutuskan seseorang plagiat atau tidak maka alat ukurnya harus terlebih dahulu disahkan dalam forum kelembagaan yang sah. “Apakah aplikasi Turnitin dan Checker X sudah diputuskan sebagai norma hukum pada peraturan internal USU sebagai alat uji yang sah. Menurut sepengetahuan saya belum ada, sehingga sangatlah tidak patut (onbehoorlijkheid) untuk diterima pandangan Tim Penelusuran tersebut,” ungkap Kamello.

 

Terakhir, Tan Kamello menegaskan Dewan Guru Besar bekerja dalam kerangka pikir sistem etik bukan terjebak dalam kerangka pikir hukum. Kerangka berpikir hukum maka acuannya adalah norma hukum dan asas hukum. Kerangka pikir etik lebih tinggi posisi kedudukannya dari hukum .

 

“Kalau Tim Penelusuran menduga adanya selfplagiarism dari Dr.Muryanto Amin, maka dugaan hukum itu sudah salah, sehingga tidak tepat untuk mengatakan telah terjadi pelanggar etika keilmuan.” pungkasnya. (mc/yud)

Share :

Baca Juga

Sejarah Keberadaan Danau Toba dan Pulau-pulau di Sekitarnya(foto: Suara.com/Silfa Humairah)

Artikel

Sejarah Keberadaan Danau Toba dan Pulau-pulau di Sekitarnya
Pemprov Sumut Kolaborasi dengan Enam Universitas Teliti Tanaman Herbal untuk Cegah Covid-19

Health

Pemprov Sumut Kolaborasi dengan Enam Universitas Teliti Tanaman Herbal untuk Cegah Covid-19
Taruna Satlat Kijang Latsitardanus XLI Renovasi Gereja, Masjid dan Rumah Warga

News

Taruna Satlat Kijang Latsitardanus XLI Renovasi Gereja, Masjid dan Rumah Warga
Keluar dari Kerajaan Inggris Ini Alasan Pangeran Harry

Internasional

Keluar dari Kerajaan Inggris Ini Alasan Pangeran Harry

News

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Kota Padang Sidempuan

Hukum

Hasil Spesimen Rambut Jennifer Jill Positif Narkoba
Puncak Acara Dies Natalis USU Program Ilmu Kehutanan, TPL Bicara Silvikultur 4.0

News

Puncak Acara Dies Natalis USU Program Ilmu Kehutanan, TPL Bicara Silvikultur 4.0
KKP kuburkan paus di perairan bali

News

Terdampar Di Perairan Bali, KKP Kuburkan Bangkai Paus Bryde