Presiden RRT Perintahkan Militernya Bersiap untuk Berperang
Presiden China, Xi Jinping saat menghadiri latihan militer di Laut China Selatan pada Kamis (13/4/2018) (Kementrian Pertahanan RRC)

Berita Internasional, makobar.com – Presiden Xi Jinping telah memerintahkan kepada pasukan militernya yang bertugas mengawasi wilayah Laut China Selatan dan Taiwan untuk meningkatkan kemampuan dan bersiap menghadapi keadaan darurat, termasuk peperangan.

Dilansir dari laman kompas.com, Presiden Xi mengatakan, Komando Operasi Selatan harus menanggung tanggung jawab militer yang berat dalam beberapa tahun terakhir.

“Adalah penting untuk memperkuat misi.. dan berkonsentrasi persiapan untuk menghadapi peperangan,” kata Xi dalam inspeksi yang dilakukan selama tur kunjungan ke Provinsi Guangdong, Kamis (25/10/2018).

Baca Juga : Jack Ma kembali dinobatkan sebagai orang terkaya di China tahun 2018

“Kita perlu mempertimbangkan segala situasi yang rumit dan menyusun rencana darurat dengan tepat,” tambahnya.

“Kita harus meningkatkan latihan kesiapan tempur, latihan bersama dan latihan konfrontatif untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan persiapan untuk perang,” ujar Xi.

Kunjungan Xi ke komando militer merupakan salah satu agenda yang dilakukannya selama perjalanan empat hari ke provinsi di China selatan itu.
Kunjungan dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan yang berkembang, serta persaingan strategisnya dengan Amerika Serikat.

Rincian pidato Xi saat di Guangdong, dirilis sehari setelah pernyataan Menteri Pertahanan yang juga Jenderal Penasihat Negara, Wei Fenghe, yang mengatakan negara tidak akan pernah menyerahkan satu bagian pun dari wilayahnya.

Baca Juga : Kasus Pembunuhan 1 Keluarga Di Samosir Ini Penjelasan Polisi

Dia juga memperingatkan bahwa ancaman berulang untuk kedaulatan Taiwan akan menjadi sangat berbahaya dan berujung pada tindakan militer.
Sebagian tugas dari Komando Operasi Selatan adalah untuk mengawasi Laut China Selatan, sebuah kawasan yang kerap terjadi ketegangan dengan melibatkan China, AS maupun kekuatan negara lainnya.

Awal Oktober ini, sebuah kapal perusak China nyaris bertabrakan dengan kapal perang AS di wilayah perairan yang disengketakan, setelah melakukan manuver yang berbahaya sebagai upaya memperingatkan kapal tersebut untuk meninggalkan wilayah perairan itu. (mc/min/kompas)