Home / News

Senin, 25 Januari 2021 - 17:39 WIB

Premanisme Resahkan Warga Medan, Puluhan Wartawan Rapat Akbar Lawan Preman

Puluhan wartawan dan anggota keluarga wartawan rapat membahas aksi premanisme di Desa Sampali yang sangat meresahkan

Puluhan wartawan dan anggota keluarga wartawan rapat membahas aksi premanisme di Desa Sampali yang sangat meresahkan

makobar.com – Premanisme ternyata masih terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Medan. Gilanya. Meski sudah dilapor ke Polrestabes Medan dan jajaran, para preman itu justru seperti tak perduli, dengan terus melakukan aksi yang meresahkan.

 

Sementara, layanan pengamanan dari Polrestabes Medan dan jajaran, selalu datang terlambat. Layanan lambat aparat keamanan inilah yang membuat masyarakat terus dihantui ketidaktenangan.

 

Situasi tidak aman seperti inilah yang sekarang ini dirasakan oleh ratusan wartawan dan warga lainnya yang memiliki kavling perumahan di Komplek Perumahan PWI, Jalan PWI, Desa Sampali, Percut Sei Tuan, Delisersang.

 

Menurut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Hermasjah, saat ini, para wartawan pemilik kavling di Komplek Perumahan PWI Desa Sampali, dihantui rasa ketakutan akibat aksi barbar para preman. Sebab saat ini, para preman yang dipimpin pria bermarga Galingging itu, terus melakukan penyerobotan secara paksa atas tanah yang sudah dikuasai para wartawan sejak tahun 2004.

 

Karena itu, akibat tidak tahan lagi dengan gangguan para preman tersebut, sekitar 70-an orang wartawan dan warga lainnya selaku pemilik kavling di Komplek Perumahan PWI tersebut, Sabtu (23/01/2021) kemarin, menggelar rapat akbar di kawasan Komplek Perumahan PWI, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Baca Juga  UU ITE Berikan Kemampuan untuk Tangani Permasalahan Digital

 

Dalam rapat yang dipimpin Ketua PWI Sumut Hermansjah dan Sekretaris Edward Thahir itu, dibahas aksi preman yang semakin beringas yang terus merampas tanah warga. Misalnya, para kelompok preman Galingging Cs itu telah merampas kavling perumahan nomor B-15 milik Nizam, wartawan yang juga Kepala Biro Harian Waspada di Rantau Prapat.

 

Di bawah komando Galingging Cs, para kelompok preman itu bahkan sudah membangun rumah di atas tanah milik Nizam tanpa sepengetahuan Nizam sendiri selaku pemilik kavling.

 

Dalam rapat tersebut, para wartawan juga membahas upaya untuk mengusir aksi para preman. Termasuk dengan cara melapor ke pihak kepolisian. Sayangnya, dalam rapat itu terungkap kekecewaan para wartawan atas lambatnya layanan pengamanan pihak kepolisian.

 

Menurut Hermansjah, aksi premanisme yang merampas tanah di Komplek Perumahan PWI Sampali itu, sudah dilaporkan ke Polrestabes. Tapi, sangat dikecewakan. Tindakan kepolisian sangat lambat. Sebab, aksi para preman itu terus berlanjut. Bahkan, bangunan mereka kini sudah siap sekitar 60 persen.

 

Berulang Kali Melapor

 

Upaya untuk melaporkan tindakan barbar premanisme di kawasan Komplek Perumahan PWI Sampali ini, menurut Edward Thahir, sudah berulangkali dilakukan. Secara kelembagaan, Hermansjah selaku ketua PWI Sumut dan Edward Thahir selaku sekretaris, bahkan sudah berkoordinasi langsung dengan Polsek Percut Sei Tuan.

Baca Juga  Kadis Kominfo Kabupaten Agam yang Menjadi Korban Kecelakaan Bus Merupakan Sosok Ramah dan Bersahabat

 

Begitu juga ke Polrestabes Medan, PWI Sumut sudah berkoordinasi mengharap agar Polrestabes Medan mengambil langkah tegas membasmi para preman tersebut.

 

Selain itu, sebelumnya dua anggota keluarga wartawan pemilik kavling di Komplek Perumahan PWI Sampali, juga sudah melapor kepada pihak kepolisian atas tindakan premanisme yang sangat meresahkan di kawasan tersebut. Keduanya adalah Keluarga Almarhun H Nurdin Purba yang melapor ke Polsek Percut Sei Tuan akibat tindakan para preman yang terus melakukan pemerasan.

 

Kemudian, Alfian, yang melapor ke Polrestabes Medan akibat tindakan para preman yang mencoba merampas kavlingan tanahnya. Dan terakhir adalah laporan Nairul Nizam yang juga ke Polrestabes Medan. “Sayangnya, kami dan teman teman wartawan warga komplek merasa kecewa atas layanan pengamanan pihak kepolisian ini. Padahal, tindakan para premanisme sudan sangat meresahkan. Apakah polisi menunggu kami bentrok dan bunuh – bunuhan dengan para preman?,” tegas Hermansyah bernada bertanya. (mc/yud)

Share :

Baca Juga

Serangan Umum 1 Maret Bukti Keperkasaan TNI Tahun 1949, (hariansejarah.id)

News

Serangan Umum 1 Maret Bukti Keperkasaan TNI Tahun 1949

News

Rahasia Kuat dan Tahan Lama saat Berhubungan Seks Tanpa Obat
Polsek Patumbak Salurkan Bantuan Beras ke Warga Terdampak COVID-19 dari Kapolretabes Medan

News

Polsek Patumbak Salurkan Bantuan Beras ke Warga Terdampak COVID-19 dari Kapolretabes Medan

News

Rutan Labuhan Deli Siapkan Tempat Agar WBP Berkreasi
BMPS Medan Lakukan kegiatan penataan sekolah

News

BMPS Medan Melakukan Penataan Sekolah Berwawasan Lingkungan Untuk Mengatasi Banjir dan Menerapkan Pola Hidup Sehat
Tersangka AK saat di amankan

News

SPY Polsek Medan Kota Ringkus Pengedar Narkoba
Bareskrim Polri Kembali Limpahkan Berkas Kasus Kerumunan HRS-RS Ummi ke JPU

News

Bareskrim Polri Kembali Limpahkan Berkas Kasus Kerumunan HRS-RS Ummi ke JPU
Pembunuh Pasutri di Binjai Gegara Kehabisan Uang

Hukum

Pembunuh Pasutri di Binjai Gegara Kehabisan Uang