Berita Medan, makobar – Hendra Siagian alias Hendra (35) warga Jalan Pertahanan, gang Siram, Dusun V, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak harus menerima hadiah dari Tim Pegasus Polsek Patumbak berupa tembakan dikedua kakinya.

Tembakan tersebut akibat pelaku melawan petugas dengan mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke petugas tim Pegasus Polsek Patumbak.

Seperti yang dilansir dari laman Tribun Medan, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi mengatakan pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap Hendra berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar Jalan Pertahanan yang sudah mulai resah dengan tindakan pemerasan yang dilakukan tersangka.

Baca Juga: Safii Mengaku jadi Korban Salah Tangkap Polisi

Ia menceritakan penangkapan berawal ketika pada Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 09.00 WIB di mana korban yang diketahui bernama Ardiansyah Kurniawan bersama dengan rekannya Andi Riwandi melintas di Jalan Pertahanan, Kecamatan Medan Amplas menuju ke arah Patumbak dengan menggunakan satu unit mobil box L300 BK 8113 DU dan tiba-tiba mobil yang mereka kendarai dihentikan oleh Hendra (tersangka).

Saat mobil berhenti tersangka menanyakan kepada korban kalau mereka dari mana dan hendak ke mana.

Tersangka juga bertanya kepada korban apakah mereka sudah pernah mendapat kwitansi anti begal (sambil tersangka menunjukkan selembar kwitansi yang sudah ada stempel Anti Begal).

“Korban bilang tidak ada. Lantas tersangka langsung meminta duit Rp300 ribu kepada korban agar tidak dibegal saat melintas di Jalan Pertahanan. Mendengar hal itu, korban tidak senang dan sempat cekcok dengan tersangka,”ujar orang nomor satu di Polsek Patumbak.

Kemudian, masih dikatakan Ginanjar, tersangka langsung mengeluarkan pisau dari perutnya yang ia pegang dengan tangan kanan dan mengancam korban apabila tidak memberikan uang Rp300Ribu kepada tersangka untuk satu lembar kwitansi yang berstempel anti begal.

“Tersangka sempat mengancam dan mengatakan Kau Kasih Gak. Karena korban takut, makanya mereka memberikan uang tersebut,”ujar Kapolsek Patumbak.

Atas kasus tersebut, sambungnya, pihaknya mensangkakan Pasal 368 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Kita mengamankan barang bukti berupa satu blok kwitansi berstempel Anti Begal, Sebilah pisau yang ujungnya runcing, uang tunai Rp22Ribu, dan selembar kwitansi berstempel Anti Begal,”ujarnya. (mc/min/tribun)

Sumber Tribun Medan