Berita Medan – Seorang pelaku penipuan dan penggelapan, KE dibekuk Unit Ekonomi Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Medan dari sebuah lokasi di Kota Tangerang. Pelaku diringkus pada Selasa (18/9) malam.

Petugas langsung memboyongnya. Pada Rabu (19/9) siang, pelaku tiba di Mapolrestabes untuk menjalani pemeriksaan.

Penangkapan terhadap KE berawal dari laporan Kwik Sam Ho/Dharwan Widjaja ke Mapolrestabes Medan dengan Nomor: STPL/326/11/2018/SPKT Restabes Medan, Jumat 23 Februari lalu.

Dalam laporan disebutkan, Kwik Sam Ho/Dharwan Widjaja (75) penduduk Jalan Tapanuli, Medan, melaporkan KE, penduduk Jalan Wahidin, Medan/Komplek Himalaya, Jalan Gunung Salju, Lippo Karawaci Tangerang. Dalam laporan disebutkan, pelapor mengalami kerugian ratusan juta Rupiah.

“Peristiwa ini bermula awal Agustus 2011. Pelaku meminta bantuan klien kami untuk membayarkan uang pembelian rumah untuk saudaranya sebesar Rp 275 juta,” kata Asmaiyani, dari LBH‎ Patria Yustisi, Jalan diponegoro, simpang Hangkesturi Nomor 1 Medan‎, selaku Penasihat Hukum Kwik Sam Ho/Dharwan Widjaja.

Permintaan itu dipenuhi Kwik Sam Ho dan membayarkan uang Rp 275 juta pada 16 Agustus 2011 untuk rumah saudara KE, seperti permintaan pelaku sebelumnya. Kemudian pada 2012, antara pelapor dan terlapor menjalin usaha bersama.

“Klien kami mempunyai gudang, bersama terlapor berencana membuat usaha bersama. Setelah sepakat, keduanya merenovasi gudang dengan mengeluarkan biaya secara bersama pula. Biaya yang terbilang besar ditanggulangi KE dengan cara mengirimkannya ke Medan, sebab yang bersangkutan saat itu berada di luar Sumut. Sedangkan biaya yang kecil dilunasi Kwik Sam Ho,” tuturnya.

Tak lama berselang, KE mengatakan ada seseorang yang ingin membeli gudang tersebut. Mendengar itu, Kwik Sam Ho menyilakannya dan jika sudah terjual dana akan dibagu dua, setelah saling berhitung pengeluaran renovasi gudang.

“Setelah gudang terjual, KE memberikan uang Rp 275 kepada Kwik Sam Ho. Tentunya klien kami menanyakan itu uang pembagian penjualan gudang atau pembayaran uang rumah,” sebutnya.

Dikatakan Asmaiyani, KE bersikeras uang tersebut untuk rumah dan pembagian penjualan gudang. Kliennya merasa dirugikan dan dibohongi. Secara keseluruhan, kliennya mengalami kerugian Rp 305 juta, terdiri dari uang pembayaran rumah Rp 275 juta ditambah renovasi gudang.

Dia menambahkan, terlapor terkesan arogan bahkan seperti menunjukkan bisa mengatur petugas kepolisian.

“Kami mengapresiasi serta berterima kasih pada Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, dan Kapolrestabes Kota Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, atas kinerja kepolisian yang cepat tanggap menindaklanjuti laporan ini. Kemudian berharap agar hukum ditegakkan dan menahan pelaku sesuai prosedur hukum,” pintanya.