Gubsu DR Ir HT Erry Nuradi MSi menyerahkan hadiah pada Risky Cahyadi meraih juara pertama

Berita Medan – Para fotografer tergabung dalam PFI (Pewarta Foto Indonesia) Medan memborong juara lomba foto bencana digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara (BPBDSU). Menyerahan hadiah dilakukan Gubsu DR Ir HT Erry Nuradi MSI dihalaman kantor BPBDSU jalan Gatot Subroto, Medan, Kamis (26/4).

Juara pertama diraih Rizky Cahyadi, juara kedua diraih Gilbert dan juara ketika Rahmad Suriadi. Sedangkan juara pavorit 8 fotografer dari PFI Medan.

Gubsu DR Ir HT Erry Nuradi MSi disela melihat foto hasil jepretan PFI Medan mengatakan, dirinya bangga dengan prestasi diraih para fotografer PFI Medan berhasil memborong hampir seluruh juara lomba foto bencana digelar BPBDSU.

“Ini membuktikan para fotografer PFI Medan harus diperhitungkan,” ujar mantan Bupati Sergai ini.

Dikatakanya, para pengurus dan anggota PFI Medan merupakan fotografer jurnalis dari beberapa media lokal dan mancanegara. Hal membuktikan jepretan para fotografer PFI Medan sering terbit dibeberapa media besar baik di Indonesia maupun media mancanegara.

“Kita bangga banyak fotografer Medan punya prestasi namun mereka tetap rendah hati walaupun mereka bekerja secara profesional.” bilangnya.

sementara itu Rahmad Suriadi selaku Ketua PFI Medan juga meraih juara 3 dalam.lomba foto digelar BPBD Sumut mengatakan, selaku ketua dirinya bangga para fotografer tergabung dalam PFI Medan berhasil memborong hampir semua juara lomba foto.

“Ada 11 fotografer PFI Medan meraih juara baik juara utama dan juara pavorit,” ujar saat berada dibandara Kuala Namu saat akan berangkat ke Batam dalam.rangka menghadiri acara Rakernas PFI di Batam.

Menurut Rahmad, para pengurus dan anggota PFI Medan masih tetap solit dan kompak. Hal itu dibuktikan seluruh pengurus dan anggota terus melakukan silaturahmi hunting foto bareng, menggelar pameran foto dan selalu diskusi seputar perkembangan dunia fotografer.

“Kekompakan dapat terlihat dari juara lomba foto diborong PFI Medan,” bilangnya sambil canda. (mc/ap)