Home / News

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 02:40 WIB

PFI Kecam Intimidasi Aparat Terhadap Jurnalis Peliput Demo

Medan, makobar.com-Pewarta Foto Indonesia (PFI), Kota Medan kecam intimidasi aparat terhadap jurnalis peliput aksi demo penolakan Undang-undang Omnibus Law.

Pasalnya, Raden Armand, reporter Indozone.id yang mengabadikan momen demonstrasi, termasuk aksi kekerasan oknum aparat terhadap demonstran dipaksa menghapus foto-foto dari kameranya.

Armand bercerita, awalnya ia meliput aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Omnibus Law di Gedung DPRD Sumut pada hari Kamis, 8 Oktober 2020 sekitar Pukul 15.30 WIB menggunakan ID Pers, pakai helm dan patuh dengan protokol kesehatan.

Saat aksi mulai ricuh, ada pendemo yang ditarik paksa seperti buronan.

Di situ, pendemo tersebut dipukuli oleh oknum diduga aparat berpakaian seragam PDH.

Bagi jurnalis, termasuk Armand, momen keberingasan terhadap pendemo tersebut menarik dan langsung mengabadikannya dengan kamera.

Selesai motret, Armand yang menjauh secara tiba-tiba ditarik oleh oknum diduga aparat berpakaian sipil.

“Lalu oknum tersebut mengatakan dirinya enggak mau foto itu ada. Dan oknum diduga aparat berpakaian sipil itu meminta foto itu dihapus. Saya ditarik sampai dekat DPRD Medan. Dan sudah ada sekitaran 5 oknum yang mengelilingi dan memaksa meminta hapus dan berusaha menarik kamera saya,” ujar Armand, Jumat, (9/10/2020).

Baca Juga  Bawaslu Sebut Kinerja PPDP di Medan tidak Profesional

Oknum tersebut, tambah Armand, meminta beberapa foto pemukulan demonstran dihapus.

“Jadi karena sudah dikepung, Saya terpaksa menunjukkan hasil jepretan dan beberapa hasil jepretan dihapus. Setelah itu mereka pergi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, PFI Kota Medan, Rahmad Suryadi mengatakan kejadian seperti ini kerap terjadi.

Bahkan, sudah beberapa kali menimpa anggota PFI Medan, termasuk Raden Armand.

Oleh sebab itu, Rahmad berharap oknum aparat lebih bertanggung jawab dalam bertugas dan tidak melakukan tindakan represif terhadap siapapun, terlebih pada jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

“Seharusnya oknum aparat sudah memahami bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan tidak ada pembenaran untuk mengintimidasi jurnalis yang bertugas. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi,” katanya dengan nada berharap.

Baca Juga  Personel Polrestabes Medan Siaga di Jalur Medan-Berastagi

Berdasarkan hal itu, kata Rahmad, PFI Medan memberikan pernyataan sikap sebagai berikut:

Pertama, menyesalkan tindakan oknum aparat yang mengintimidasi dan menghalang-halangi kerja-kerja jurnalis saat melakukan peliputan demonstrasi menolak Omnibus Law di DPRD Sumut pada hari Kamis, 8 Oktober 2020.

Kedua, mengimbau aparat penegak hukum agar memahami mekanisme kerja-kerja jurnalis yang dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, di mana saat kejadian korban sudah mengenakan ID Pers namun malah diminta untuk menghapus foto-foto kekerasan oknum aparat terhadap pendemo di kamera fotografer.

Ketiga, meminta kepada oknum pelaku intimidasi bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anggota PFI Medan, Raden Armand reporter Indozone.id.

Keempat, meminta kepada semua pihak, termasuk kepolisian untuk menghormati kerja jurnalis dan kebebasan pers agar tidak terulang kejadian serupa di masa yang akan datang.

“Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan,” pungkas Rahmad yang didampingi Sekretaris PFI Medan Riski Cahyadi dan Divisi Advokasi Aminurrasyid. (mc/ril)

 

Share :

Baca Juga

Google Doodle 23 Juli 2020 Tampilkan Tema Hari Anak Nasional

Entertainment

Google Doodle 23 Juli 2020 Tampilkan Tema Hari Anak Nasional
Arab Saudi Gratiskan Biaya Perawatan Covid-19 Bagi TKI

News

Arab Saudi Gratiskan Biaya Perawatan Covid-19 Bagi TKI
Prostitusi Artis

Hukum

Gelar Perkara Kasus Dugaan Prostitusi Artis HH Digelar Malam Ini

News

Bawaslu Medan Sampaikan Hasil Pencermatan DPS kepada KPU

News

Kampus USU Perpanjang Lockdown Hingga 8 Agustus
RRI Surabaya Hentikan Operasional Akibat 54 Karyawannya Positif Covid-19

News

Update Corona, Di Sumut 3965 Sembuh dan 6827 Positif Serta 315 Meninggal Dunia

News

Jajaran Ad-hoc Bawaslu Medan Jalani Rapid Tes

News

BPODT Sambut Kunjungan Prarses HKBP Distrik III Toba