????????????????????????????????????

MEDAN – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pada Musrenbang Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018, bahwa secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi di Sumut cukup baik.

Pertumbuhannya mencapai 5,21 persen jika dibandingkan tahun lalu pada triwulan yang sama pertumbuhannya sebesar 5,11 persen. Pertumbuhan ini juga berada di atas pertumbuhan perekonomian rata-rata nasional.

Begitu juga dengan angka pengangguran terbuka. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Utara pada Agustus 2017 sebesar 5,60 persen, mengalami penurunan sebesar 0,24 poin dibanding TPT Agustus 2016, yang sebesar 5,84 persen.

“Ini yang bagus dari Sumut. Angka kemiskinannya juga lebih rendah dari nasional. Dan sisanya yang masih menjadi pekerjaan kita menguranginya. Angka kemiskinan di Sumut yang masih tinggi di Nias Utara, Nias Barat dan Gunung Sitoli,” katanya,” Jumat (13/4/2018).

Sementara tingkat pengangguran yang masih menjadi perhatian pemerintah Sumut adalah Tebingtinggi, Medan dan Sibolga. Dan ini menjadi PR pemerintah Sumut.

“IPM juga masih perlu menjadi perhatian pemerintah Provsu ke depannya. Mengingat angka IPM Sumut masih rendah,” ujarnya.

Meskipun begitu, katanya, Sumut masih mempunyai waktu 14 tahun lagi untuk meningkatkan itu semua. Karena di 2030 angka usia produktif di Sumut tinggi. Banyak kaum mudanya dan ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumut.

“Hal lainnya yang harus menjadi perhatian pemerintah provinsi adalah pada bidang kesehatan kita sedang fokus pada stunting. Ini harus disinergikan. Angka Stunting di Sumut masih tinggi. Itu makanya kita fokus melakukan pemeriksaan kesehatan Balita sejak dini,” katanya.

Di bidang pendidikan, pemerintah juga fokus pada pengembangan SMK. Mengingat, lebih banyak lulusan SMK yang menjadi pengangguran. Padahal siswa SMK setelah tamat diharapkan langsung bekerja. “Nyatanya tidak. Kenapa? Mungkin saja ini terjadi kesalahan pada guru-gurunya yang tidak mau update soal ilmu pengetahuan,” pungkasnya.