Penertiban Lapak PKL Marelan Nyaris Berujung Ricuh.
Personel Satpol PP menertibkan PKL Pasar Marelan

Berita Medan – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berada di pinggiran Jalan Marelan Raya dan Jalan M Basir, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan nyaris bentrok dengan petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP bersama Muspika Kecamatan Medan Marelan, Senin (19/2/2018).

Peristiwa tersebut bermula saat puluhan anggota Sat Pol PP dan Muspika Kec. Medan Marelan  turun ke lapak PKL yang menggunakan bahu jalan berjualan untuk dibongkar.

Penertiban nyaris diwarnai kericuhan , karena para pedagang tidak terima lapak dagangannya dibongkar tanpa adanya lapak jualan baru.

Salah seorang  pedagang, Anto tidak terima barang dagangannya dipindahkan, mengingat dirinya sudah puluhan tahun berjualan ikan di tempat itu.

Baca Juga : Pedagang Pasar Marelan Bongkar Kios dan Lapak

Ia mengatakan kalau memang harus ditertibkan seharusnya pemerintah memindahkan tempat jualan para PKL yang lapaknya digusur ke gedung baru.

“Jangan kalian bongkar sebelum kami dapat tempat yang baru. Dimana hati nurani kalian,menindas rakyat kecil seperti kami,” teriak Anto kepada petugas yang melakukan pembongkaran.

“Apa kalian tidak kasian melihat kami. Hingga kini kami belum ada meja kami. Jangan uang aja yang diambil ,tapi meja tidak diberikan,”ujarnya sembari meneteskan air mata.

Tak sampai disitu , suasana pembongkaran pun kian memanas dan, para pedagang terus berontak, mereka keberatan dengan meja dan kios yang sudah ditempati adalah milik orang pilihan yang memiliki uang.

“Kami sudah bertahun – tahun berjualan disini, tapi yang dikasih tempat orang kaya.Kami pedagang kecil tidak dikasih tempat. Kami minta diundi ulang,” teriak salah seorang pedagang dari kerumunan pedagang.

Baca Juga : Dihipnotis, Anak Marelan Serahkan Barang Berharga

Camat Medan Marelan, T Chairunizza dalam kesempatan itu mengungkapkan,  pihaknya selaku perpanjangan tangan dari Pemko Medan dibantu dengan Satpol PP hanya menjalankan tugas untuk menertibkan PKL yang berjualan di pinggir jalan.

“Penertiban ini akan berlangsung selama 3 hari kedepan. Seluruh pedagang harus ditertibkan. Untuk masalah pedagang yang tidak ada tempat, itu tanggung jawab PD Pasar,” kata Chairunizza.

Sementara itu, Kepala Cabang III PD Pasar, Ismail Pardede mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan pedagang sejak akhir 2017, hanya saja, para pedagang tidak mau mendaftar ulang.

“Sudah kita data 801 pedagang. Yang ribut ini pedagang  tidak mau mendaftar ulang, makanya mereka tidak dapat meja‎. Jadi, hari ini kita minta mereka untuk mendaftar ulang lagi, meja untuk di lantai 2 masih tersedia,” ungkap Ismail Pardede. (mc/ameq).