Berita Palangka Raya – Kontingen Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia utusan Sumateta Utara tampilkan Sendratari etnis Mandailing berjudul ”Sarama Babiat” garapan koreografer Manchu memukau ribuan penonton di teater terbuka Taman Budaya Palangka Raya, Kamis malam (13/9/18).

Deny Elpriansyah bersama penari ” Sarama Babiat” sanggar MCDC pimpinan Manchu
“Durasi mencapai 20 menit, kita tampilkan Sendratari karya terbaik koreografer Manchu mampu memukau ribuan penonton para peserta temu karya dan masyarakat setempat yang antusias datang berbondong-bondong ” ujar Kepala UPT TBSU Deny Elpriansyah , SH.

Disebutkan puncak pementasan mendapat aplous penonton ketika narator dan deklamator handal Baharuddin Saputra, SH yang juga ketua DKSU muncul diiringi musik tradisi kedepan pentas menyapa penonton dengan horas ditutup puisi ” Kalau Rindu Dapat Kujadikan Laut, Saudaraku” karya Penyair Indonesia asal Medan Rusli A.Malem dan puisi ” Aku” Chairil Anwar”, ujar Kepala UPT TBSU Deni Elpriansyah, SH di dampingi Kasi Budaya Drs Samsul Tajri, Saripahani br Karo, Terbit Tarigan, Aswin Ginting, Bangun Nasution dan Swarsono.

Diilhami cerita rakyat Mandailing tentang habitat Raja Rimba yang mulai kehilangan hutannya karena dibabat liar hingga gundul oleh orang orang tak bertanggung jawab. Raja rimba terpaksa memasuki pemukiman mayarakat dan meresahkan. Namun ketika berhasil di lumpuhkan oleh pemangku adat, orang orang bertetiak ‘Hulang Pamate” mereka melarang raja rimba di bunuh, tetapi dikembalikan ke habitatnya di hutan rimba.

Kita mengajak masyarakat untuk melestarikan hutan dan kembali melakuksn reboisasi menanam kembali pepohonon di hutan luas tanah air tercinta.

Manchu menampilkan 7 penari handal asuhannya di Sanggar MCDC diiringi live musik tradisional dengan pemain. Rubino, Samsidi, Winarto, Fahmi dan Saiful Amri.

Malam kedua penampilan 13 Kontingen dengan berbagai atraksi kesenian spektakuler membuat penonton berdecak kagum.

Seperti disebutkan Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Dr Restu Gunawan saat pembukaan temu karya, bahwa kegiatan ini menjadi ajang bergengsi para seniman menunjukkan karyanya.

Dari temu karya ini kita harapkan muncul spirit persaudaraan, menumbuhkembangkan kreatifitas berkesenian sesuai semangat UU no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.