Berita Medan – Terkait video penangkapan main judi di Hotel Garuda Plaza, Medan, Minggu 20 Mei 2018, lalu Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan yang viral di media sosial. Komisi A DPRD Sumut dalam waktu dekat ini berencana akan memanggil Pj Walikota Padangsidimpuan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara “menantang” Polda Sumut untuk menyelesaikan kasus Kelapa Badan Pengelola Pajak dan Restribusi Daerah (BP2RD) Sarmadan Hasibuan, yang ditangkap main judi di kamar Hotel Garuda Plaza, Jalan SM. Raja Medan, Minggu 20 Mei 2018 lalu, dan ada rekaman videonya.

BACA JUGA: Komisi A Akan Panggil Pj Walikota Sidimpuan Terkait Video Main Judi

Hal itu dinyatakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sabrina kepada wartawan di lantai 9 Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Senin 6 Agustus 2018.

“Kita tunggu hasil pemeriksaan dari polda. Kita pasti akan memerosesnya sesuai aturan yang ada. Sampai saat ini belum ada laporan dari polisi soal perkembangan kasusnya (Sarmadan Hasibuan),” ucap Sabrina.

Sabrina juga menjelaskan Undang Undang ASN No. 5 Tahun 2014 telah dilanggar Sarmadan Hasibuan selaku ASN Pemprov Sumut sekaligus Pj Walikota Padangsidimpuan. Secara etika dan moral, Sabrina membenarkan adanya sanksi bagi ASN yang melanggar.

“Memang itu ada sanksinya, tapi itu harus terbukti secara hukum di polisi, pengadilan juga dalam persidangan terbukti dan divonis. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan dari polda,” tandasnya.

Diketahui, Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan, Minggu 20 Mei 2018, ditangkap main judi oleh polisi pakain preman dari Polda Sumut bersama lima rekannya yaitu Ottom Dalimunthe, Aliamas Hasibuan, Parulian Siregar, Sarmak Hasibuan dan Ridho Daulay.

Penangkapan itu direkam oleh polisi pakain preman dari Polda Sumut dan videonya kini viral di media sosial. Kasusnya pun kini menjadi atensi Mabes Polri untuk diselesaikan Polda Sumut. Namun sampai saat ini tidak ada perkembangan hasil pemeriksaan yang disampaikan Polda Sumut ke publik maupun Pemprovsu.

Sarmadan Hasibuan dan lima rekannya, Senin 21 Mei 2018, paginya pun langsung dilepas oleh Polda Sumut. Sebelumnya mereka telah menjalani pemeriksaan. Bukti adanya pemeriksaan itu dikuatkan oleh poto Sarmadan Hasibuan di ruang Ditreskrimum dan poto KTP Elektroniknya.[DR]