Pemprov Sumut Terapkan Regulasi Pembatasan Produksi Ikan KJA Danau Toba
Keramba Jaring Apung Danau Toba

Berita Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan pembatasan produksi ikan keramba jaring apung atau KJA di perairan Danau Toba hingga hanya 10.000 ton per tahun.

“Ketentuan kapasitas maksimal produksi ikan KJA di Danau Toba itu sudah ditetapkan dengan SK Gubernur Sumut,” terang Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung di Medan, Jumat (16/3/2018).

SK Gubernur Sumut No. 188.44/213/KPTS/2017 itu memuat tentang daya dukung dan daya tampung ikan di Danau Toba untuk lima tahun ke depan hingga 10 ribu ton per tahun.

Untuk tercapainya kapasitas produksi maksimal KJA di Danau Toba itu, maka dinilai perlu dibentuk tim.

“Tim akan memutuskan berapa banyak produksi yang harus diturunkan untuk 2018,” jelasnya.

Baca Juga : Sihar: Jangkar Perekonomian Danau Toba Bergantung Dari Geo, Bio dan Cultural Diversity

Pembatasan operasional serta produksi ikan di KJA itu dilakukan untuk mengembalikan lingkungan yang sehat di Danau Toba.

Apalagi Geopark Kaldera Toba sedang diupayakan menjadi salahsatu Geopark UNESCO.

Corporate General Affair PT Aquafarm Nusantara Rudy Hertanto menyebutkan perusahaan itu mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk pariwisata Danau Toba.

Aquafarm sudah melakukan pengurangan produksi walau dampak dari hal itu harus mengurangi pekerja. (mc/min)

Sumber : sumut.antaranews.com