Berita Medan, makobar – Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 tinggal menghitung hari. Menurut jadwal, pemungutan suara akan dilakukan serentak pada tanggal 17 April 2019.

Pada pemilu serentak tahun 2019 mendatang masyarakat akan memilih secara langsung presiden-wakil presiden, beserta anggota DPR RI, DPRD tingkat I, DPRD tingkat II dan Anggota DPD RI.

Namun bagi kalangan pemilih pemula atau milenials umumnya seringkali dilanda kebingungan dalam menentukan calon pilihan pada kali pertama menggunakan hak suaranya. Apalagi para pemilih muda itu juga akan mendapatkan lima surat suara sekaligus untuk di coblos di bilik suara.

Baca Juga: Bawaslu: Ujaran kebencian Rawan Jelang Pemilu 2019

Seperti yang dilansir dari Tribun Medan, Trinita Nababan, satu pemilih pemula mengaku bakal kerepotan memegang lima kertas sekaligus pada pemilu 2019 mendatang. Apalagi menurutnya waktu di dalam bilik suara tidak bisa lama.

“Sekaligus milih lima rasaku lumayan merepotkan apalagi baru pertama. Ada deg-degan juga. Milih itu juga kan terbatas waktunya, tidak mungkin kita lama-lama di dalam. Jadi pasti merepotkan, lihat gambar satu-satu yang mana yang mau dipilih. Makan waktu juga,” ujarnya Kamis petang (1/11/2018).

Namun Trinita yang saat ini merupakan mahasiswi UNIMED mengatakan agar tidak makin repot nantinya maka dirinya jauh-jauh hari sudah akan menentukan calon sebelum ke bilik suara. Hal ini Supaya di dalam bilik suara nantinya dia bisa lebih cepat dan tidak makan waktu lama dalam mencoblos kelima surat suara tersebut.

Baca Juga: Bawaslu Sumut Sosialisasi Pengawasan Kampanye Pemilu 2019

“Strateginya pastinya disiapkan, langsung diingat apa ciri khas dari orang yang akan kita pilih. Misalnya dari partai mana, langsung kita tandai, kita ingat sama nomor urutnya juga. Itu saja yang paling penting,” terangnya.

Saat ditanya apakah dirinya sudah menentukan pilihan, Mahasiswi kelahiran 1997 ini mengaku Belum menentukan pilihan untuk calon anggota legislatif dan DPD. Dia bahkan belum tahu calon legislatif yang akan dipilih.

“Cuma yang presiden lah , kalau DPR, DPD belum. Kurang tahu juga tentang info para calon legislatif. Yang paling booming inikan presiden doang , yang lain enggak,” ungkapnya.

Untuk itu, sebagai pemilih muda, Trinita berharap KPU lebih giat melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula. Sedangkan kepada para calon legislatif dia juga berharap agar rajin memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Selain itu, dia juga mendorong agar masyarakat nantinya akan memilih calon yang berkualitas. Untuk selanjutnya Dia pun berencana akan melakukan pengecekan lagi apakah namanya sudah benar-benar sudah terdaftar sebagai calon pemilih.

“Harusnya kan kita lebih milih calon yang lebih kita tahu kualitasnya. Yang pasti 2019 akan ikut memilih, tidak golput,” tandas mahasiswi asal Sidikalang itu.

Sementara itu, Rahel Marsaulina pemilih pemula lainnya yang turut ditanyai Tribun Medan juga mengaku akan kerepotan dengan adanya lima kertas suara sekaligus.

“Gak merasa repot sih kalau pemilihannya tidak dalam satu hari, tapi kalau dalam sehari harus mencoblos kelimanya mungkin itu yang merepotkan,” ujarnya

Lebih lanjut, Saat ditanya apakah dirinya sudah menentukan pilihannya untuk pemilu tahun depan, mahasiswi universitas HKBP Nommensen stambuk 2018 ini mengaku belum menentukan pilihan.

Dia juga mengatakan masih belum mengenal para calon dan merasa masih butuh informasi tentang tentang ara calon.

“Mungkin karena pemilu pertama, saya akan ikut yang orang tua pilih saja,” kata mahasiswi kelahiran tahun 2000 itu.

Sedikit berbeda, pemilih pemula lainnya bernama Indah suryani Ompusunggu mengaku tidak akan kerepotan di bilik suara nantinya meski harus memegang lima surat suara.

Baca Juga: Safii Mengaku jadi Korban Salah Tangkap Polisi

“Karena sebelum kita nyoblos. Kita sudah punya kandidat sesuai pilihan dan Pertimbangan kita, gak jadi masalah dan gak terlalu merepotkan juga kalo di hari itu aku nyoblos sekali Lima. Asalkan di TPS yang sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata mahasiswi UNIMED stambuk 2016 ini yang merepotkan justru kalau pemilunya ditunda atau dilakukan beberapa hari. Sebaliknya agar tidak buru-buru dia pun menyarankan agar datang tepat waktu sehingga dapat menggunakan waktu yang ada untuk memilih.

“Agar tidak repot datang tepat waktu. Dari pada berbeda hari nanti akan terlalu mengganggu kesibukan,” ujar mahasiswi asal tanah jawa pematang Siantar ini. (mc/min/tribun)

Sumber Tribun Medan