makobar.com | TANJUNGBALAI – PT. Pelindo (Persero) Cabang Tanjungbalai menandatangani perjanjian kersama (Memorandum Of Understanding/MoU) dengan ASA Group Of Companies Of Malaysia khusus tentang kargo dan penumpang bertempat di pelabuhan internasional Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Penandatangan kerjasama itu dilakukangan langsung General Manager Pelindo I Cabang Tanjungbalai Aulia Rahman dengan perwakilan ASA Group Of Companies Of Malaysia Dato Sa’ari serta Wali Kota Tanjungbalai HM, Syahrial dan disaksikan sejumlah pejabat terkait lainnya.

GM Pelindo I Cabang Tanjungbalai Aulia Rahman menyatakan bahwasanya tujuan dari penandatanganan kerjasama ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan kerjasama khususnya kargo dan penumpang yang sampai saat ini trennya menurun.

“Diharapkan dengan MoU ini sebagai dasar untuk jalinan kerja sama berikutnya, mudah mudahan dengan kita berkumpul ini bisa saling mengenal satu sama lain apa yang menjadi permasalahan di sini bisa kita saling koordinasikan dengan baik yang pada intinya mendukung meningkatnya Sektor Perdagangan Kargo dan Penumpang dari Tanjungbalai ke Malaysia atau sebaliknya,” ujarnya.

Perwakilan ASA Group Of Companies Of Malaysia Sa’ari menuturkan, tujuannya yang pertama adalah untuk mengadakan kemudahan kepada peniaga-peniaga kecil dan bagaimana memanfaatkan dana dari kerjasama dua pelabuhan Port Klang dan pelabuhan Tanjungbalai. Kehendak kita hanya dengan satu tujuan bahwa bagaimana kemudahan untuk mereka yaitu pelaku usaha melakukan perdagangan barang komoditi atau barang produk dengan baik.

Walikota Dyahrial menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi apa yang dilakukan PT. Pelindo bersama ASA Group Of Companies Of Malaysia mempunyai tekad yang bulat yakni untuk mengembangkan sektor perdagangan ekspor impor dan Jasa bagi penumpang baik itu dari pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai ke Port Klang Malaysia maupun sebaliknya secara resmi.

“Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi yang setinggi tingginya atas kerja sama ini dan berharap peluang ini terbuka bagi masyarakat baik dari segi bisnis maupun lainnya, ya masyarakat tanjung balai yang ingin berkolaborasi kepada PT Pelindo dan Perusahaan Daerah (Perusda) yang ingin melakukan ekspor dan impor akan lebih mudah dan insyaallah akan bertambah pendapatannya,”sebutnya.

Dia menegaskan yang terpenting, saat ini adalah dukungan dan sinergitas yang baik antar instansi terkait tidak lagi adanya indikasi mempersulit sektor perdagangan di pelabuhan Teluk Nibung khususnya oleh Bea dan Cukai. Diharapkan, hubungan dan koordinasi baik, misalnya Bea Cukai dan lintas sektoral lainnya dalam upaya membuka kembali peluang perdangan di Tanjungbalai yang saat ini sangat lesu,

“Saya berharap semua instansi dan para pelaku usaha dapat bersinergi sehingga perdagangan Ekspor impor dan Arus Penumpang dari Tanjungbalai ke Malaysia dapat meningkat kembali sehingga berdampak pula pada sektor pendapatan daerah,.

Dirinya mengucapkan terimakasih kepada Dato Sa’ari dan Grup Perusahaan yang membuka kerjasama ini dengan PT Pelindo semoga ini menjadi awal dan peluang bisnis yang baik bagi peningkatan perekonomian masyarakat di Tanjungbalai.

Kasubag fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan RI Melly Angraini mengatakan, saat ini Kementerian Perdagangan di tahun 2019 mengemban amanat untuk meningkatkan kinerja ekspor khususnya sektor nonmigas 8% tahun lalu yang belum tercapai, dimana tahun lalu pencapaian hanya sebesar 6,7% jadi kita harus ekstra kerja keras untuk meningkatkan ekspor khususnya nonmigas bukan migas.

“Kemudian ada beberapa langkah yang akan dilakukan pemerintah baik jangka pendek maupun jangka panjang yang pertama prioritas sektor komoditas unggulan jadi daerah daerah dan Provinsi di indonesia seharusnya fokus pada komoditas sektor keunggulannya yang kemudian bisa diekspor. Seperti sektornya terkait industri four point zero (4.0) atau tidak kemudian juga kita perlu meningkatkan diplomasi ekonomi dan peningkatan akses dengan pihak lainnya,” pungkasnya.