Pasar Uang Kolaps Emas Mengkilap

Medan, makobar.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) global terpuruk dalam hari ini. IHSG di perdagangan hari ini saja sudah melemah lebih dari 5%. Kondisi mata uang Rupiah juga mengalami pelemahan di level 14.365 per US Dolar.

Kondisi pasar keuangan global benar benar terpuruk pada perdagangan hari ini.

Investor dilanda kepanikan seiring dengan pecahnya perang Turki – Rusia, penyebaran Corona yang semakin meluas, serta bertambahnya jumlah pasien corona di Indonesia.

Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan semua sentimen tersebut menggiring pada kekhawatiran akan adanya tekanan lanjutan pada pasar keuangan global di pekan ini. Semua sentimen mengarah kepada hal buruk yang bisa membuat pasar keuangan kolaps.

Baca Juga :  Turun Tipis, Harga Emas Hari Ini Masih Tergolong Stabil

“Kondisi pasar keuangan kita pada hari ini benar-benar berada dalam tekanan serius. Investor dibuat bingung berinvestasi,” katanya, Sabtu (21/3/2020).

Baca Juga :  Kondisi Kesehatan WNI yang Terinfeksi Virus Corona di Singapura Stabil

Kata Gunawan, tidak ada satupun negara di dunia ini yang dinilai terbebas dari tekanan pasar keuangan. Dan tidak ada satu negara yang menjanjikan keuntungan serta terhindar dari penyebaran virus corona.

“Semua tekanan mengarah kepada kemungkinan resesi yang lebih besar di masa yang akan datang. Pasar keuangan tidak lagi menarik seiring dengan terpuruknya pasar keuangan global yang dimotori oleh terkoreksinya bursa saham di Amerika dan Cina,” terangnya.

Namun, ada satu produk investasi yang justru mengalami kenaikan, Emas. Harga emas melompat tinggi disaat sejumlah instrument keuangan lainnya mengalami pelemahan.

Baca Juga :  Positif Virus Corona, Striker Persib Jalani Isolasi Mandiri

Emas saat ini bertengger dikisaran $1.687 per ons troy nya. Jika dikonversi ke dalam Rupiah harga emas saat ini sudah meroket menjadi 780 ribu per gram, dengan kurs 14.346 per US dolar.

Ekspektasi harga emas akan naik menjadi 1 juta per gram bukanlah isapan jempol.

Terlebih jika penyebaran corona berlanjut, perang AS Turki meluas, hingga masalah tekanan ekonomi makro dunia.

Baca Juga :  Pasar Keuangan Anjlok, BPJS Terancam Bangkrut?

“Semuanya berpeluang mengarah ke sana sejauh ini. Dan saya menilai apa yang terjadi saat ini bisa jadi merupakan pertanda awal dari potensi kenaikan harga emas lebih signifikan,” ungkapnya.

Tidak salah jika masyarakat terus memburu emas di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Baca Juga :  Hingga Penghujung 2019 Ini PUBG Mobile Hasilkan Pendapatan Rp 21 Triliun Diseluruh Dunia

Banyak yang menyesalkan, disaat corona menyebar, justru konflik politik antar banyak negara bermunculan.

“Setelah sebelumnya di januari kita juga dikejutkan dengan perang antara AS dengan Iran,” pungkasnya. (mc/fan)

Artikel Terkait

Senin Pagi, Kurs Rupiah Spot Kembali Menguat 0,56%

makobar.com - Pada hari ini Kamis (4/6). Pukul 10.05 WIB rupiah spot di kurs tengah Bank Indonesia (BI) kembali menguat. Kurs rupiah...

Nekat Simpan Sabu, Dua Bandit Ini Digiring ke Sel

makobar.com - Polres Labuhanbatu berhasil mengamankan dua tersangka narkotika jenis sabu, yang diduga sebagai penjual dengan menyita barang bukti dari dua lokasi...

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000 Per Gram

makobar.com - Pada hari ini, Kamis (4/6) Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun lagi...

IHSG Menguat 64,16 Poin ke Level 5.004,47

makobar.com - Pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (4/6). Pukul 09.03 WIB, IHSG...

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba dan Sita 1 Kg Sabu

makobar.com - Polisi menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu ditembak mati karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap.Personil Polsek Patumbak bersama Sat Narkoba Polrestabes...

Ikuti Artikel Terbaru Kami Melalui Email