Berita Medan, makobar – Mata uang Rupiah di perdagangan hari ini sempat mengalami pelemahan ke level Rp.14.660 per dolar AS hingga akhirnya kembali menguat 1 persen ke level Rp.14.402 perdolar AS.

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan tak hanya Rupiah yang mengalami penguatan terhadap dolar AS, mata uang dolar Singapura, peso dan dolar Taiwan juga berhasil membalikkan relinya dari pelemahan dolar AS.

“Kenaikan Rupiah hari ini lebih dipengaruhi oleh sentimen luar negeri dimana dolar AS mengalami depresiasi terhadap sejumlah mata uang,”katanya, Kamis (8/11/2018).

Setelah pemilu paruh waktu AS dimenangkan oleh Partai Demokrat. Kemenangan partai demokrat di DPR AS, sambungnya, akan memberikan kebijakan yang dua arah nantinya.

Baca Juga: Penerima Manfaat PKH Adukan Pemotongan Dana ke Ombudsman

“Hal ini disinyalir memberikan dampak bagi pelemahan dolar AS. Meskipun demikian, diharapkan hal ini dapat menetralisir kebijakan Trump yang bersifat proteksionis,”jelasnya.

Meskipun Rupiah saat ini sedang mengalami penguatan terhadap dolar AS, namun, lanjut Gunawan, Rupiah harus tetap waspada karena kebijakan The Fed dalam menaikkan suku bunga nya masih mungkin terjadi di penutupan tahun ini.

“Jelas, hal ini akan menguji daya tahan Rupiah terhadap dolar AS. Namun demikian saya yakin Rupiah tidak tergerus cukup jauh dari penguatan dolar AS nantinya,”ujarnya.

Disisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih terus bergerak naik sejalan dengan mayoritas indeks saham yang juga mengalami kenaikan, hanya indeks Shenzhen dan shanghai yang mengalami pelemahan yakni masing masing melemah 0,47% dan 0,21%.

Sedangkan IHSG, lanjut Gunawan, berhasil naik 36 Poin atau menguat 0,62% di level 5.976 level terendah berada di level 5.949 dan level tertinggi berada di level 5.996.

“IHSG sepanjang perdagangan hari ini bergerak di zona hijau. IHSG kemudian akan menguji level psikologisnya di 6.000,”terangnya.

Dikatakan Gunawan, saham sektor keuangan menjadi sektor yang paling berpengaruh pada nilai tukar Rupiah.

“Sektor ini berhasil naik 0,9%. sektor ini berhasil menguat ditopang oleh kenaikan Rupiah yang menggairahkan. Saham sektor keuangan terutama bidang perbankan berhasil rebound dari pelemahannya, karna pemulihan Rupiah ini ditambah lagi rilis data kinerja keuangan perbankan memberikan hasil yang memuaskan,”terangnya.

Pelemahan indeks saham Shenzhen dan shanghai saat ini menjadi perhatian investor dimana mayoritas saham melemah ditengah rilis data ekspor China yang meningkat.

“Harusnya ini bisa menjadi sentimen positif bagi penguatan saham-saham di bursa China namun pertumbuhan ekonomi China yang melambat menjadi polemik bagi investor saat ini, dimana pelaku pasar sedang menantikan apakah perang dagang AS dengan China akan berlanjut atau menemukan titik kesepakatan yang saling menguntungkan,”pungkasnya. (mc/fan)