Wow, Target Penyaluran Kredit 2018 PEGADAIAN Medan Rp. 11 Triliun

Berita Medan – Pada bulan Juli 2018 omset kantor Pegadaian Wilayah Medan mengalami penurunan, outstanding loan (OSL) atau kredit kepada masyarakat tetap tumbuh dengan baik.

Berdasarkan data PT Pegadaian Kanwil I Medan, omset yang diraih dari semua produk pada Juli 2018 mencapai Rp 945.318.614.947. Namun omset turun hingga 8,95% di Agustus 2018 menjadi Rp 860.743.887.978. Disaat yang sama, OSL tumbuh 1,47% dari Rp 2.773.820.090.112 menjadi Rp 2.814.553.283.963.

Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan Hakim Setiawan melalui Humas Reza A Afandi Harahap mengatakan hingga kini sudah ada 15 produk pegadaian. Dan yang paling diminati oleh masyarakat masih tetap Kredit Cepat Aman (KCA), yakni kredit dengan sistem gadai yang diberikan kepada semua golongan nasabah, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan produktif.

“Dari data terlihat bahwa penurunan omset dari KCA turut mempengaruhi penurunan omset secara keseluruhan. Meski dari 15 produk, beberapa diantaranya omset meningkat, yakni KRASIDA, GADAI TABUNGAN EMAS, AMANAH, MULIA, GADAI AGEN, GADAI PRIMA, dan HASAN,” ujarnya, Jumat (20/9/2018).

Sedangkan, lanjutnya, OSL tumbuh cukup baik. Hingga akhir Agustus kredit yang disalurkan untuk produk KCA mencapai Rp 1.918.514.907.400, KRASIDA sebesar Rp 35.035.740.189, KREASI sebesar Rp 94.559.714.741, KRESNA sebesar Rp 44.802.287.400, GADAI TAB EMAS Rp 580.150.000, RAHN sebesar Rp 527.778.140.000, ARRUM sebesar Rp 63.923.620.417, AMANAH sebesar Rp 81.688.097.411, MULIA sebesar Rp 36.593.642.327, RAHN TANAH sebesar Rp 625.691.600, KREASI ULTRA MIK sebesar Rp 7.868.992.468, GADAI AGEN sebesar Rp 102.440.000, GADAI PRIMA sebesar Rp 1.597.740.000, HASAN sebesar Rp 882.120.000. “Dan terakhir produk RAHN AGEN masih belum menghasilkan omset maupun kredit,” ungkapnya.

Di menjelaskan setiap outlet-outlet Pegadaian diharuskan untuk menyalurkan kredit usaha mikro dimana banyak terlihat yang melakukan transaksi penyaluran kredit usaha mikro ini. Dan tidak sedikit masyarakat yang melakukan pengajuan kredit usaha mikro guna penambahan modal kerja/modal usaha guna membeli kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan masyarakat maupun perusahaan-perusahaan serta guna membayar gaji dari para pegawainya.

“Biasanya, setiap bulan, selalu terjadi kenaikan di dalam pengajuan kredit usaha mikro. Jadi, bila diperhatikan kebutuhan dari masyarakat cukup tinggi juga. Makanya, akan banyak mengajukan kredit usaha mikro ini apalagi dalam menyambut hari besar,” tambahnya.