Berita Nias Utara – Narapidana (Napi) Agusman Lahagu alias A.Teti yang terpidana kasus pembunuhan pegawai Pajak Pratama Sibolga setelah diduga keluar masuk dari tahanan lapas kelas IIB hingga jalan-jalan di Pantai Walo Nias Utara.

Menanggapi insiden tersebut puluhan yang mengatas namakan Aliansi LSM Penjara Kepulauan Nias Unjuk rasa di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Rabu (21/03/2017).

Massa meminta kepada Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia Yasona H Laoli, menyikapi kasus pemberian kebebasan untuk jalan-jalan di luar daerah kepada Napi Agusman Lahagu yang merupakan narapidana kasus pembunuhan pegawai Pajak Pratama Sibolga dengan vonis 20 tahun penjara.

“Kami meminta kepada Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia Pak Yasona Laoli agar segera memberikan sanksi tegas dan segera mencopot kepala lapas kelas II B Gunungsitoli Yunus Simangungsong yang diduga membiarkan narapidana keluar masuk tahanan,” ujar Korlap Markus Hulu pada orasinya.

Sementara dikatakan Pimpinan aksi Candra Arbi Bugis, meminta kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sumut agar memindahkan Agusman Lahagu dari lapas Gunungsitoli ke Nusakambangan.

Lebih lanjut Candra, mendesak Kepala Lapas Klas II-B Gunungsitoli untuk segera mengundurkan diri dari jabatanya,” Teriakan Bugis pada Orasinya.

Menyikapi tuntutan massa aksi, Yunus Simangunsong, Kalapas Kelas II B Gunungsitoli membantah dirinya telah memberikan izin kepada Agusman Lahagu keluar masuk penjara. Namun, ia berdalih bahwa kedua sipir lapas hanya mengambil pasir disalah satu pantai.

Dikatakan Yunus menegaskan bahwa saat kejadian tersebut dirinya tengah rapat koordinasi di Kakanwil Kemenkumham Sumatera Utara dan soal pemberian sanksi terhadap oknum sipir lapas dan terpidana kasus pembunuhan dua petugas pajak Agusman Lahagu merupakan kewenangan Kakanwil.

“Saat itu saya lagi dinas luar untuk mengikuti rapat koordinasi di Kemenkumham Sumut, terkait informasi Agusman Lahagu berada di pantai maka saya belum mengetahuinya. Untuk itu, saya tidak punya kewenangan dalam pemberian sanksi, yang jelas setelah kejadian itu tim sudah datang kesini,” tutur Yunus.

Yunus mengaku dirinya siap bertanggungjawab bila terbukti menyalahi aturan.

“Saya siap dicopot bila terbukti menyalahi aturan, tetapi saya menjadi Kalapas Gunungsitoli ini akan berupaya memberikan yang terbaik buat masyarakat Nias,” tandasnya. (mc/drew)