Home / News / Tekno

Sabtu, 16 Januari 2021 - 13:14 WIB

Mulai Ditinggal Pengguna, WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi

Whatsapp tunda perubahan kebijakan privasi (foto: ilistrasi)

Whatsapp tunda perubahan kebijakan privasi (foto: ilistrasi)

makobar.com – WhatsApp memutuskan untuk menunda kebijakan privasi terbarunya setelah membuat banyak penggunanya meninggalkan aplikasi chatting ini. datanya bocor dengan kebijakan privasi terbarunya.

Artinya, WhatsApp belum akan menggunakan kebijakan privasi baru ini hingga tanggal 8 Februari yang ditetapkan sebagai tenggat waktu pembaharuan tersebut. Selama penundaan ini WhatsApp akan memberikan sosialisasi kepada pengguna mengenai privasi dan keamanan.

“Kami telah mendengar dari begitu banyak orang betapa banyak kebingungan yang terjadi seputar pembaruan terbaru kami. Pembaruan ini tidak memperluas kemampuan kami untuk berbagi data dengan Facebook. Kami akan mensosialisasikan secara bertahap untuk meninjau kebijakan dengan kecepatan sebelum opsi bisnis baru tersedia pada 15 Mei,” kata WhatsApp dalam sebuah posting blog yang dikutip dari AFP Sabtu (16/1/2021).

Baca Juga  Saham Produk Prancis Anjlok Akibat Seruhan Boikot

Adapun, pembaruan tersebut hanya berlaku untuk percakapan dengan akun bisnis yang menggunakan WhatsApp Business API dan memilih provider hosting di luar WhatsApp. Artinya seluruh chat pengguna tidak akan bisa dibaca oleh siapapun termasuk WhatsApp dan Facebook.

“Kami tidak dapat melihat pesan pribadi Anda atau mendengar panggilan Anda, begitu pula Facebook,” kata WhatsApp dalam posting blog sebelumnya.

“Kami tidak menyimpan catatan tentang siapa yang mengirim pesan atau menelepon setiap orang. Kami tidak dapat melihat lokasi yang Anda bagikan dan begitu pula Facebook,” imbuhnya.

Baca Juga  Cara Chat di WhatsApp Web Tanpa Menyimpan Nomor HP, Ikuti 5 Langkah Berikut

Menurut WhatsApp data lokasi termasuk dalam perlindungan enkripsi end-to-end.

“Kami memberikan bisnis opsi untuk menggunakan layanan hosting aman dari Facebook untuk mengelola obrolan WhatsApp dengan pelanggan mereka, menjawab pertanyaan, dan mengirim informasi bermanfaat seperti tanda terima pembelian,” kata WhatsApp dalam sebuah pos.

Pakar teknologi mencatat bahwa persyaratan baru WhatsApp dari penggunanya membuat kebijakan yang mengikat secara hukum yang telah banyak digunakan sejak 2016.

Facebook bertujuan untuk memonetisasi WhatsApp dengan memungkinkan bisnis untuk menghubungi klien melalui platform, menjadikannya wajar bagi raksasa internet untuk memusatkan beberapa data di servernya. (mc/yud)

Share :

Baca Juga

Polsek Medan Helvetia Berhasil Menangkap Sindikat Spesialis Pencurian Rumah dan Motor Yang Telah Beraksi Belasan Kali

News

Polsek Medan Helvetia Berhasil Menangkap Sindikat Spesialis Pencurian Rumah dan Motor Yang Telah Beraksi Belasan Kali
Bakti sehat peduli banjir PLN

News

Bakti Sehat Yayasan Baitul Maal PLN UIWSU Pasca Banjir di Kampung Sejahtera
Komjen pol agus andrianto

News

Polri akan Tindak Tegas Penyebar Hoaks Terkait Vaksinasi Covid-19
World hijab day (foto: Pixabay)

Internasional

1 Februari Merupakan Peringatan Hari Hijab Sedunia
Menlu Retno Mursadi

News

Retno Marsudi Resmi Tutup Pintu Indonesia Dari WNA Mulai 1 Januari 2021
Ilustrasi kebakaran

News

Kantor UPT Terbakar, PLN Pastikan Tidak Pengaruhi Pasokan Listrik
Gisel Anastasia (foto: liputan6.com)

News

Gisel Akhirnya Mengakui Pemeran Video 19 Detik Adalah Dirinya

News

Laporan Dugaan Rasisme Abu Janda Masih Dipelajari Polri