Home / News

Rabu, 9 September 2020 - 11:17 WIB

Menanti Sigapiton Menjadi Desa Wisata

makobar.com – Bukit Kaldera yang terletak di The Kaldera, Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, punya pemandangan indah dan ikonik.

Indah karena dari kawasan Bukit Kaldera, saya menyaksikan hamparan bukit dan Danau Toba serta perumahan Desa Sigapiton. Ikonik karena di lokasi itu, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana, berfoto berdua.

Foto kepala negara dan ibu negara itu kemudian viral di media sosial dan menjadi tempat yang elok didatangi wisatawan.

Saya mengunjungi Bukit Kaldera dan menikmati semua yang terpampang di sana. Melewati jalan nasional yang menghubungkan antara Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Toba. Hanya berselang 2 kilometer dari tugu gerbang masuk perbatasan Kabupaten Toba, tibalah di gerbang Kawasan Toba Caldera Resort (TCR).

Melintasi jalanan mulus dan lebar sepanjang 10 kilometer, saya lebih dulu menemukan Bandara Sibisa. Bandara ini kelak akan menjadi gerbang udara para wisatawan mendatangi Kawasan TCR.

Hanya berjarak sekitar 2 kilometer, saya kemudian menemukan The Kaldera, sebuah amenitas yang disiapkan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang diberi tugas membenahi pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Dari puncak Bukit Kaldera itu, saya kemudian mencermati sebuah desa yang terletak jauh di tepi Danau Toba. Saya kemudian memutuskan turun ke desa itu untuk melihat seperti apa keadaan desa tersebut. Jalanan curam dan terjal segera menanti ketika saya dengan mobil menuruni ke sana.

Desa Sigapiton Danau Toba

Jalan menuju Desa Sigapiton

Dibutuhkan setidaknya waktu 20 menit menyusuri jalan kecil berbeton. Kelokan demi kelokan saya lalui. Paling tidak ada 3 kilometer jalanan yang saya lalui untuk sampai di Desa Sigapiton.

Baca Juga  Kapolres Tanjungbalai Sematkan Masker kepada Calon Wali Kota

Di pintu gerbang desa, saya menemukan beberapa rumah adat khas Batak. Suasana itu menambah kuat keinginan saya untuk masuk terus ke desa. Warga desa menyambut dengan senyum. Mereka memang belum banyak menerima tamu orang luar, namun keramahan sudah tampak dari raut wajah mereka.

Sigapiton Berbenah Desa Wisata

Desa Sigapiton secara administrasi berada di Kecamatan Ajibata. Dulunya, pintu keluar masuk ke desa ini biasa dilalui lewat jalur air. Penduduk desa memilih menaiki perahu untuk menuju ibukota Kecamatan Ajibata lewat perahu menyusuri tepian Danau Toba. Tapi itu dulu, kini penduduk desa bisa mendaki perbukitan menuju ke kota.

Walau jalanan curam dan terjal, namun kini setidaknya sudah dibeton. Ini tentu memudahkan kenderaan roda dua atau bahkan roda empat keluar masuk ke Desa Sigapiton.

Desa Sigapiton yang eksotis dengan posisinya di tepi Danau Toba menjadi magnet yang kuat untuk menjadi tujuan wisata.

Tak heran, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) beserta Kementerian Pariwisata berencana membangun desa ini menjadi desa wisata. Label desa wisata menurut saya sangat patut diapresiasi dan didukung oleh seluruh warga Desa Sigapiton.

Hal ini saya yakini akan meningkatkan taraf hidup masyarakat desa dengan kehadiran pada wisatawan ke sana.

Baca Juga  Kapolres Tanjungbalai : Tingkatkan pelayanan prima kepada masyarakat

Ada beberapa hal yang menurut saya bisa dikembangkan di Desa Sigapiton. Pertama, homestay atau penginapan ala rumah. Ini akan jadi pilihan bagi wisatawan untuk menikmati suasana tepi Danau Toba dengan tinggal satu atau dua malam di sana.

Kedua, wisata air. Letak Desa Sigapiton yang langsung di tepi Danau Toba akan sangat cocok dengan pengembangan wisata air. Apalagi, jika dikembangkan dan dikelola secara swadaya oleh warga desa.

Ketiga, memancing. Tak perlu diragukan bahwa kawasan Desa Sigapiton dikenal sebagai area memancing yang menyenangkan. Tiap akhir pekan, puluhan wisatawan dari berbagai daerah di Sumut hadir ke Sigapiton untuk memancing. Mereka biasanya dikoordinir oleh sekelompok warga yang sudah sejak beberapa tahun ini mengembangkan potensi olahraga memancing ini.

Dari semua potensi yang terhampar di Desa Sigapiton, saya kembali meyakini bahwa kawasan ini sangat tepat untuk dijadikan kawasan pariwisata.

Kini, BPODT dan pemerintah pusat serta daerah berupaya membangun infrastruktur di sana.

Paling tidak, saya berangan-angan, tak lebih dari lima tahun ke depan, kawasan Toba Caldera Resort akan jadi seperi kawasan Nusa Dua di Bali. Tentunya hal itu harus diikuti dengan meningkatnya taraf kehidupan masyarakat, serta naiknya nama Danau Toba sebagai satu destinasi wisata top dunia. Semoga! (mc/fan)

Aulia Andri, Pemerhati Pariwisata Danau Toba

Share :

Baca Juga

News

Ruang Isolasi Covid-19 RS Adam Malik Ditambah Sebanyak 33 Ruangan
Manfaat Kunyit

News

Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh Anda
RRI Surabaya Hentikan Operasional Akibat 54 Karyawannya Positif Covid-19

News

Di Sumut Sudah 3.803 Pasien Covid-19 Sembuh

News

Tekad FKWJ Berpartisipasi Penuh Sukseskan Pilkada 2020

News

Ops Patuh Toba, Dirlantas: Target Kita Pelanggaran Lalin yang Berpotensi Kecelakaan

News

Sanksi Pidana Ancam ASN yang Berkampanye di Medsos

News

Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri Ditangkap Petugas Gabungan di Hotel Melati

News

Patroli Blue Light Sikat Dua Kelompok Geng Motor di Tanjungmorawa