Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Lenny (40) dengan hukuman penjara seumur hidup.
Ilustrasi Pil Ekstasi (ist)

Berita Nasional, makobar.com – Dari data dari Analisa dan Evaluasi (Anev) Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri di bulan Oktober 2018, ditemukan fenomena bahwa tingkat peredaran narkotika jenis Ekstasi di tempat hiburan malam mengalami peningkatan jelang akhir tahun.

Dari data Anev yang dilansir okezone, jumlah barang bukti narkotika jenis ekstasi meningkat dari minggu ketiga ke minggu keempat selama bulan Oktober.

Pada minggu ketiga bulan Oktober, sebanyak 8.779,25 butir disita dan pada minggu keempat sebanyak 94.799,37 butir. Peningkatan ini cukup signifikan yakni sebesar 979,81 persen

Baca Juga : Bursa Saham Melemah, Harga Emas Melonjak Naik

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto mengungkapkan, peningkatan yang cukup signifikan terhadap jumlah barang bukti pil ekstasi menunjukan meningkatnya permintaan ekstasi untuk diedarkan ke tempat hiburan.

“Khususnya menjelang perayaan akhir tahun di kota-kota besar,” kata Brigjen Eko, Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

Berdasarkan hasil penangkapan dengan jumlah barang bukti sabu dan ekstasi yang menonjol oleh Polda Riau dan hasil mapping minggu ketiga yang lalu, kata Eko, menunjukan rute penyelundupan sabu via laut dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur Johor-Dumai-Bengkalis masih merupakan jalur yang harus diwaspadai.

Baca Juga : KPK Akan Segera Adili 5 Anggota DPRD Sumut

“Karena merupakan rute yang singkat dan dianggap jalur yang aman bagi para penyelundup Narkoba dari Malaysia atau Johor ke Indonesia,” ucap Eko.

Selain jalur laut, kata Eko, rute lain yang digunakan adalah melalui jalur darat untuk distribusi narkoba dari wilayah Pekanbaru ke wilayah Sumatera khususnya Palembang, Lampung dan Jawa.

Jumlah tersangka pada minggu keempat bulan Oktober sebanyak 27 bandar, 542 orang pengedar, 511 orang penyalahgunaan dan dua warga negara asing ditangkap. (mc/min/okz)